opini

WTP Bukan Medali Kesempurnaan, Tapi Bukti Tertibnya Pengelolaan Keuangan

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB
Doddie FT (Dosen Etika Bisnis Universitas Putra Indonesia Cianjur) (Ist)

Oleh: Doddie FT (Dosen Etika Bisnis Universitas Putra Indonesia Cianjur)

Baru-baru ini masyarakat Cianjur menerima kabar bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, untuk Laporan Keuangan untuk tahun Anggaran 2025.

Sebagian pihak menyambutnya sebagai prestasi, sementara sebagian lain mempertanyakan apakah WTP berarti seluruh persoalan daerah telah selesai. Pertanyaannya sederhana: apa sebenarnya arti WTP bagi masyarakat?

Memahami WTP dengan Bahasa Sederhana

Bayangkan sebuah keluarga mengelola keuangan rumah tangga. Semua pemasukan dicatat, semua pengeluaran memiliki bukti, dan seluruh transaksi dapat dijelaskan dengan baik.

Ketika seorang auditor memeriksa catatan tersebut dan menyimpulkan bahwa laporan keuangannya telah disajikan secara benar sesuai aturan yang berlaku, maka keluarga itu bisa dianggap memperoleh "WTP".

Dengan kata lain, WTP adalah penilaian atas kualitas laporan keuangan, bukan penilaian atas kualitas pembangunan.

Di sinilah sering terjadi kesalahpahaman.

Banyak orang mengira WTP berarti jalan sudah bagus, kemiskinan turun, pengangguran hilang, pelayanan publik sempurna, dan korupsi tidak ada. Padahal bukan itu yang diperiksa oleh BPK.

Yang diperiksa adalah apakah laporan keuangan pemerintah disusun sesuai standar akuntansi, memiliki bukti yang memadai, dan dapat dipertanggungjawabkan.

WTP Adalah Kabar Baik

Kita harus objektif. Mendapatkan WTP bukan perkara mudah.

Opini tersebut menunjukkan bahwa sistem administrasi dan tata kelola keuangan daerah bekerja cukup baik. Artinya ada upaya dari aparatur pemerintah untuk menyusun laporan yang akuntabel dan sesuai regulasi.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan (good governance), WTP merupakan indikator positif karena menunjukkan adanya kepatuhan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Halaman:

Tags

Terkini

Menguji Keberanian Mengungkap Gurita Korupsi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mengetuk Pintu Malam yang Terkunci Dosa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:16 WIB

Estetika sebagai Basis Etika dan Kejayaan Bangsa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:10 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Prabowo?

Senin, 8 Juni 2026 | 10:38 WIB

Democracy for Realists: Pelajaran bagi Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 | 07:56 WIB

Meruntuhkan Tembok Nepotisme

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:15 WIB

Merajut Keadilan, Mengikis Kolusi

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Menghancurkan Benalu Korupsi

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:02 WIB

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB