ada debu yang tak kasat mata
bernama ambisi dan keinginan
menutup ruang dalam jiwa
hingga hilang batas kewajaran
ketika ambisi mulai tersingkir
dan keinginan tak lagi berlapis
di situlah cahaya perlahan hadir
tanpa diundang, tanpa ditulis
kita mencari di luar sana
padahal ia dekat tanpa jarak
namun tak tampak oleh mata
yang dipenuhi oleh kehendak
saat cermin kembali jernih
tak ada lagi yang bisa dipilih
karena yang tampak hanya satu
cahaya Ilahi dalam kalbu
dunia bukanlah penghalang
ketika hati telah lapang
ia menjadi sawah dan ladang
sebagai bekal untuk pulang
tak ada lagi yang mengikat
selain cinta yang kian mendekat
segala yang datang terasa nikmat
karena anugerah Yang Maha Hebat
Malang, 10 Juni 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Ironi di Balik Pengeras Suara: Ketua BEM FH UNSUR Sayangkan Orasi Pendidikan Tanpa Aksi Nyata
Sidang Perdana Gugatan Pedagang Kios Alun-Alun Cibeber Cianjur Digelar Hari Ini
Estetika sebagai Basis Etika dan Kejayaan Bangsa
Mengetuk Pintu Malam yang Terkunci Dosa
Mutiara Pagi: Tahu Diri (Bagian 2235)
Menguji Keberanian Mengungkap Gurita Korupsi MBG
Kuasa Hukum Terdakwa Pencabulan di Cianjur Sebut Ada Kejanggalan Kesaksian
Perkuat Kaderisasi, PC PMII Cianjur Sukses Gelar MAPABA Raya Lintas Kampus
PMII Cianjur Soroti UU Polri Baru, Tolak Pelemahan Supremasi Sipil
Menakar Filosofi Istiqamah Menteri Agama RI di Tengah Dinamika Kontemporer