Dukungan kebijakan juga datang dari berbagai level pemerintahan. Menteri Dalam Negeri menegaskan dukungannya kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk menerapkan pembentukan Kopdeskel secara efektif, sementara Wakil Menteri Dalam Negeri menyebut program ini sebagai wujud upaya kesejahteraan rakyat yang berakar pada semangat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Bahkan wakil ketua DPR RI berharap Kopdeskel Merah Putih mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat.
Relevansi Kebijakan Pusat untuk Cianjur.
Kebijakan pembentukan Kopdeskel Merah Putih memiliki relevansi yang sangat kuat bagi Kabupaten Cianjur. Sebagai daerah yang sangat bergantung pada pertanian dan sektor informal, koperasi desa berpeluang menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan nilai tambah produksi lokal. Dengan pembentukan Kopdeskel di setiap desa, sinergi antara produksi ; seperti pertanian sayuran, kopi, dan padi, dengan mekanisme pemasaran dan pendanaan yang transparan dapat terwujud lebih efektif.
Data menunjukkan bahwa Pemkab Cianjur sudah mengimplementasikan pembentukan lembaga koperasi tersebut secara luas di seluruh 360 desa/kelurahan. Keberadaan Kopdeskel di masing-masing desa dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, pupuk pertanian, layanan kesehatan, hingga penjualan hasil tani secara efisien. Langkah ini ditargetkan untuk tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat desa.
Meski kebijakan ini strategis, tantangan implementasi tetap signifikan. Sebagai contoh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Cianjur pernah menyatakan pihaknya masih menunggu regulasi pusat yang lebih spesifik terkait mekanisme operasional Kopdeskel Merah Putih, termasuk hubungan fungsional dengan BUMDes.
Selain itu, kapasitas pengelola koperasi serta dukungan infrastruktur pendukung masih perlu diperkuat agar Kopdeskel Merah Putih tidak hanya menjadi lembaga formal tanpa dampak ekonomi nyata. Pendampingan teknis, pelatihan manajemen koperasi, dan kolaborasi dengan sektor swasta serta lembaga keuangan menjadi keharusan dalam menyukseskan agenda ini.
Penutup
Kabupaten Cianjur dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, harus dipadukan dengan strategi pemerataan yang efektif agar manfaat ekonomi dirasakan luas oleh masyarakat. Pembentukan Kopdeskel Merah Putih merupakan salah satu upaya kebijakan yang relevan untuk memperkuat ekonomi desa, memfasilitasi akses modal dan pasar, serta mendorong pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Dalam perspektif pembangunan daerah, sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi di tingkat lokal seperti Cianjur menjadi kunci untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kopdeskel Merah Putih, terlepas dibentuknya "topdown", dirancang sebagai wadah kolektif ekonomi desa yang aktif, bukan hanya sebatas lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai ujung tombak "striker" penguatan ekonomi rakyat, khususnya di pedesaan. Fokusnya mencakup penyediaan akses modal yang lebih terjangkau bagi petani dan pelaku UMKM, penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta dukungan layanan dasar seperti kesehatan dan penyimpanan hasil produksi.
Cianjur, 2 Januari 2026
*Advokat, Bidang Hukum DEKOPINDA Cianjur