opini

Catatan Gelap Para Pemilik Sah Republik

Selasa, 9 Desember 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi, Indonesia Re digadang jadi holding BUMN Reasuransi. (Foto: Dok. Indonesia Re)

Bukan sebagai penyelamat, tetapi sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai pemilik kekuasaan, tetapi sebagai pengembali kepada yang berhak.

Allah menutup kegelisahan ini dengan kalimat penghiburan yang tak pernah basi:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

“Tuhanmu tidak pernah lupa.” (QS. Maryam: 64)

Maka selama rakyat tidak melupakan negaranya, dan pemimpin tidak melupakan rakyatnya, demokrasi akan menemukan jalannya kembali. Ia akan bangkit perlahan, seperti fajar yang muncul setelah malam yang panjang.

Dan ketika cahaya itu menyala, oligarki betapapun kuat, tidak akan mampu bertahan.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB