3. Bangun Rekonsiliasi, Bukan Provokasi
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”(QS. Al-Hujurat: 10)
Bukan hanya mendamaikan, tetapi menjadi pelindung atas retaknya persaudaraan.
4. Hindari Kepentingan Pribadi dalam Kerja Sosial
Umar bin Khattab berkata:
“إِنَّا قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ، فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَا الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللَّهُ"
"Kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam. Jika kita mencari kemuliaan selain dengan Islam, niscaya Allah akan menghinakan kita."
Maka setiap kepentingan pribadi yang disisipkan dalam kerja sosial adalah benih kehancuran ukhuwah.
Jangan Jadi Dalang, Jadilah Obor Kedamaian
Konflik kadang tak bisa dihindari. Tapi apakah kita ingin menjadi api yang menyulutnya, atau air yang memadamkannya?
Dunia ini telah terlalu penuh luka, jangan biarkan tangan kita menambah sayatannya.
Jika tak bisa menjadi pelita, jangan menjadi asap yang menyesakkan.
Jangan sampai kita adalah “penikmat gelap” dalam terang yang sedang direbutkan. Karena bisa jadi, orang yang merasa menang dari kekacauan, justru sedang menabung kekalahan yang besar di akhirat.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يُصْلِحُونَ وَلَا يُفْسِدُونَ، وَمِمَّنْ يُؤْلِّفُونَ وَلَا يُفَرِّقُونَ
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang memperbaiki, bukan merusak. Yang menyatukan, bukan memecah."