opini

Merancang Konflik dan Menari di Atas Luka

Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi.Shio Ular hindari konflik keluarga./net

Oleh: Munawir Kamaluddin

Pernahkah kita merasa puas melihat dua orang bertengkar karena kita bisikkan api di antara keduanya?

Apakah hati ini pernah tersenyum melihat kekacauan karena dari sana kita mendapatkan posisi, pujian, atau keuntungan?

Mungkinkah kita adalah aktor di balik layar keributan, namun bersembunyi dalam topeng seolah tidak terlibat?

Adakah kenikmatan yang kita rasakan ketika melihat sesama saling menyalahkan sementara kita bersih dari tuduhan?

Sudahkah kita jujur bahwa terkadang, kita merasa diuntungkan dari pecahnya kesatuan?

Apakah diam kita adalah konspirasi, atau bisu kita adalah strategi untuk tetap di zona nyaman saat orang lain tercekik oleh konflik yang kita rawat?


Renungkan saudaraku….Kadang, bukan karena kita benar-benar ingin damai, tapi karena kita tak ingin kehilangan manfaat dari kekacauan.

Dalam peradaban yang seharusnya dibangun di atas kasih, tiba-tiba kita temukan istana dibangun dari batu-batu konflik, dan kita adalah arsitek bayangannya.

Pengertian: Domba Diadu dan Menari dalam Kekacauan

“Domba diadu” bukan sekadar metafora konflik dua pihak yang saling menyerang. Ia adalah simbol kejahatan yang dibungkus kecerdikan, permainan yang dirancang oleh pihak ketiga yang justru menikmati atau mengambil manfaat dari perpecahan tersebut.

Dalam bahasa moral Islam, ini disebut sebagai “ifsād fīl-ardh” (kerusakan di muka bumi), yang bukan sekadar merusak secara fisik, tetapi menghancurkan harmoni, membelah ukhuwah, dan menyulut bara di hati-hati manusia demi ambisi sendiri.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ۝ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Janganlah membuat kerusakan di muka bumi!' mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.' Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”(QS. Al-Baqarah: 11–12)

Penyebab Utama: Nafsu, Kuasa, dan Ketakutan

Di balik adu domba dan permainan konflik, tersimpan tiga motif besar:

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB