opini

Mengaku Partai Terbuka dan Modern Tapi Feodal dan Penganut Primordialisme

Selasa, 22 Juli 2025 | 11:34 WIB
Kaesang Pangarep terpilih kembali menjadi Ketum PSI dalam Kongres PSI 2025 di Solo, Sabtu, 19 Juli 2025. (Tangkapan layar YouTube PSI)

"Raja Juli Antoni, Mas Kaesang, saat itu, kalau cerita ke saya hampir setengah menangis, 'enggak bisa dihubungi, Bang, sudah di-WA sudah dibaca tapi enggak dibalas-balas' ya kira-kira itu yang terjadi dalam perjalanan kita sampai hari ini," jelasnya.

Jadi, di mana modern nya PSI di mana demokratisnya jika semuanya sudah diatur oleh seseorang dan semua perjuangan yang sudah dilakukan hanya sandiwara saja. Dengan "menggondel" nama Jokowi, fakta PSI memiliki banyak kader yang kini duduk di pemerintahan dengan segala jabatannya. Itulah tujuan mereka.

Jadi, jika ada yang begitu bangga dengan PSI seolah sebagai partai terhebat, tentu publik hanya tertawa. PSI tidak lebih sebagai partai yang pragmatis dan oportunis. Ini yang membedakan dengan PRD (meski cara-cara seperti itu bisa saja dilakukan PRD tapi tidak).

PSI seolah membodohi publik dengan mengatakan sebagai partai terbuka dan modern tapi begitu tunduk dan manut kepada Jokowi. Dalam bahasa lain ingin dikatakan bahwa tanpa Jokowi ataupun keturunannya maka PSI akan mati, "Jika Jokowi tidak suka dengan logonya maka kita bisa ganti, simpel saja," tambah Jeffrie.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB