opini

Menjadi Ibrahim di Abad 21: Menghidupkan Kembali Pesan Profetik Idul Adha

Senin, 9 Juni 2025 | 21:12 WIB
Oleh: Khoiruddin Muchtar (Staf Pengajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta Sekretaris LTN PWNU Jawa Barat)

Sebagaimana Ibrahim diuji dengan sesuatu yang paling dicintainya, kita pun diuji dengan hal serupa. Apakah kita bersedia keluar dari kenyamanan demi memperjuangkan kebenaran dan keadilan? Apakah kita sanggup menyuarakan kejujuran dalam budaya kompromi dan kepalsuan? Di situlah letak kurban yang sejati.

Di ruang publik, kurban bisa dimaknai sebagai perjuangan memperbaiki sistem distribusi, memperjuangkan kesejahteraan pekerja, serta melawan eksploitasi. Kurban sosial berarti menjadikan diri sebagai pelayan, bukan penguasa. Keikhlasan menemukan bentuk konkretnya ketika kita mampu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Kurban sebagai Cermin Nurani

Idul Adha adalah ajakan untuk bercermin. Siapa yang kita bela? Untuk apa kita berkorban? Dan bagaimana kita menyambungkan iman dengan tindakan?

Ritual kurban sejatinya adalah panggilan untuk keluar dari sekat ego, menjangkau yang lemah, dan menghadirkan makna dalam hidup. Bila kurban hanya berhenti pada prosesi fisik penyembelihan hewan, maka ia tidak lebih dari seremoni tahunan. Namun jika dimaknai sebagai sikap hidup, ia dapat menjadi jalan transformasi sosial.

Di tengah dunia yang dipenuhi egoisme, menjadi Ibrahim adalah tindakan revolusioner. Sebab kurban bukan hanya tentang tunduk kepada Tuhan, tetapi juga tentang bangkitnya nurani manusia untuk memperjuangkan keadilan, cinta, dan kemanusiaan di bumi yang semakin kekurangan makna.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB