Dalam rintihan doa sebelum cahaya pagi tiba, tak terasa air mata jatuh di atas sajadah. Terdapat harapan yang menyala-nyala: semoga Allah menghapus dosa-dosa yang telah berlalu. Semoga Allah menjadikan kita insan yang lebih baik.
Ampunan Allah adalah cahaya bagi mereka yang tersesat. Petunnjuk bagi mereka yang mencari jalan pulang. Naungan bagi mereka yang kelelahan dalam perjalanan hidup.
Oleh sebab itu, jangan biarkan bulan Ramadan berlalu tanpa mengetuk pintu langit dengan doa dan harapan. Jalan biarkan Ramadan pergi, tanpa memohon ampunan terhadap dosa-dosa yang telah kita jalani. Jangan biarkan Ramadan berlalu, tanpa memohon hidayah ke mana arah hidup hendak menuju.
Ramadhan adalah bulan turunnya ampunan. Bulan di mana cinta Ilahi mengalir deras. Menanti siapa pun yang ingin merasakan ketenangan dalam dekapan-Nya.
Oleh sebab itu, marilah kita rengkuh bulan ini dengan hati yang bersih. Jiwa yang pasrah, dan harapan yang tak terbatas. Sebab, tiada yang lebih membahagiakan selain kembali dalam keadaan suci di hadapan-Nya.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.