opini

Catatan Kongres ISNU ke III di Balikpapan Kalimantan Timur

Rabu, 4 Desember 2024 | 10:31 WIB

Agenda Kongres ke 3
Setelah selesai pembukaan pada hari Jumat sore. Lalu dilanjutkan kembali agenda Kongres. Materi pertama rancangan tata tertib kongres, laporan pertanggungjawaban PP ISNU 2018-2024, dan materi sidang komisi. Komisi 1 membahas tentang organisasi, komisi II membahas program dan komisi III membahas rekomendasi.

Hasil Sidang Dibentuk PIC
Saya sendiri masuk di dalam materi sidang komisi 1 bidang organisasi. Dimana ada beberapa hal yang dibahas salah satunya membentuk pengurus Isnu cabang ‘khusus’. Dari mulai di perguruan tinggi, di kementrian Republik Indonesia dan di lingkungan asosiasi profesional seperti di kedokteran, akuntan, advokat dan lainnya.

ISNU ingin meluas ke cabang-cabang itu, sehingga sarjana-sarjana NU yang dikader melalui ISNU dan ada di penempatan-penempatan strategis. “ Dengan perluasan kader sarjana NU melalui ISNU di berbagai sektor, harapannya dapat mendukung dan mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” kata Kang Deni panggilan akrabnya.

Pengurus ISNU Jabar dan Cianjur ketika berada di lokasi Kongres PP ISNU ke III di Balikpapan

Pemilihan Ketua PP ISNU.
Pemilihan Ketua Umum ISNU menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sistem ini diterapkan dalam pemilihan Rais Aam dan Rais Syuriyah di Nahdlatul Ulama.
Awalnya 17 orang yang diusulkan oleh peserta Kongres lalu dari 17 itu disaring lagi menjadi sembilan orang menjadi anggota Dewan Cendekia Utama ISNU. Dewan Cendekia Utama ini bertugas memilih dan menetapkan Ketua Umum yang kemudian disahkan dalam kongres.
Sembilan anggota Dewan Cendekia Utama yang terpilih antara lain: Prof Ali Masykur Musa (Demisioner Ketua Umum PP ISNU), Prof Ulfiah (PW ISNU Jawa Barat), Prof Mas'ud Said (PW ISNU Jawa Timur), Prof Saleh Ending (PW ISNU Nusa Tenggara Barat), Prof Abdul Haris (Guru Besar UI) yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Prof Idi Warsa (PW ISNU Bengkulu), Prof Abu Habsin (PW ISNU Jawa Tengah) Prof Ismail (PW ISNU Aceh) Prof Muhammad Ahsin Rifa'l (PW ISNU Kalimantan Selatan).

Penentuan ketua umum ini dilihat berdasarkan riwayat pendidikan dan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan ISNU dalam arti berdasarkan track record di bidang akademik maupun keterlibatan di ISNU.

Hasil pemilihan sembilan anggota Dewan Cendekia Utama ISNU, memilih dan menetapkan Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) di Kementerian Agama, juga merupakan guru besar di UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan menjadi Ketua Umum PP ISNU yang baru untuk periode lima tahun mendatang.

Melanjutkan Perjalanan ke IKN
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 07 00 WITA, tanggal 30 November, peserta Kongres melanjutkan perjalan ka Ibu Kota Nusantara IKN. Dari lokasi Kongres di Asrama Haji Balikpapan menuju IKN menempuh perjalanan sekitar 3 jam menggunakan kendaraan darat, kami menumpang kendaraan yang disediakan panitia.

Sekitar 2 kilo meter tiba di lokasi IKN, terlebih dahulu Prof Ali Masykur Musa (Demisioner Ketua Umum PP ISNU), meletakan batu pertama dan penanam pohon di lokasi tanah yang akan di bangun kantor PP ISNU. Nantinya kantor ini akan menjadi pusat kegiatan kaum cendikia.

Tiba di lokasi IKN, kami melihat banyak bangunan megah dari mulai bangunan Istana Presiden, Masjid Sumbu Kebangsaan, Kemensetneg, Kemenko Polhukam, Kemenko PMK , Kemenko Marves, Kemenko Ekonomi.
Kemudian Bank Indonesia, Kawasan Beranda Nusantara, Plaza Bhineka, Hunian ASN dan Hankam (12 menara), Rumah Tapak Jabatan Menteri, Polrestabes dan Command Center, Pengembangan Hunian Pekerjaan Konstruksi.

Pengelolaan Sampah dan Limbah - WP 1A + 1B, RS Berskala internasional Kemenkes, Gedung Gas Insulated Substation (GIS4) – PLN, Hotel Nusantara, Nusantara Superblok (Mall dan Apartemen, BSH Mandiri (Community Hub), Hotel Pakuwon, PSSI (Training Center) - WP 1B, Botanical Garden/Taman Tematik (North), Telkom Smart Office (Fase 1), Bluebird Park & Ride- WP 1B, RS Mayapada - WP 1B, RS Abdi Waluyo - WP 1B, RS Hermina dan lainnya.

Memang bangunan-bangunan tersebut belum selesai semuanya, tapi suatu hari nanti kalau sudah selesai dan pusat pemerintahan resmi pindah tentu akan terasa megahnya. Kami di IKN sampai pukul 13 : 30 WITA setelah itu, melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Asrama Wisma Haji dan menginap satu malam lagi.

Kemudian pada hari Minggu 1 Desember pagi sampai siang peserta Kongres pulang kembali ke daerah masing-masing. Suasana haru terasa sekali, 3 hari ini banyak kesan yang mendalam. Dari mulai bercengrama sesama pengurus Isnu dan tukar informasi harus berpisah karena waktu. Alhamdulillah Kongres ini banyak manfaatnya, kita mengenal keberagamaan daerah dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.

Kami pun pulang lagi ke Cianjur Jawa Barat menggunakan jalur udara menumpang pesawat, alhamdulillah sampai dengan selamat (**)

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB