opini

Pendidikan Karakter dan Manajemen Emosi

Kamis, 26 September 2024 | 12:00 WIB
Para nasabah PNM pelaku usaha UMKM usai mengikuti Talkshow Edukasi Keuangan, Bundaku: Ibu Anak dan Kekuarga Cakap Keuangan. (Foto: Dok/ PNM)

Secara filosofis, pesan ini mengajarkan pentingnya hikmah atau kebijaksanaan dalam kehidupan.

Kebijaksanaan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menahan diri dan membuat keputusan pada saat yang tepat.

Dalam pandangan Islam, menahan diri dari tindakan yang emosional adalah bentuk nyata dari taqwa dan pengendalian diri, yang merupakan salah satu ciri orang yang beriman.

Manajemen Emosi dalam Perspektif Pesan Hikmah Ali bin Abi Thalib RA

Dalam kehidupan sehari-hari, emosi memainkan peran besar dalam cara kita berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan.

Emosi yang tidak terkendali dapat membawa dampak negatif bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Ali bin Abi Thalib RA, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kebijaksanaannya, memberikan nasihat abadi yang berfungsi sebagai panduan praktis dalam mengelola emosi. Pesan hikmah yang berbunyi:

"Jangan berjanji ketika kamu bahagia, jangan membalas ketika kamu marah, dan jangan mengambil keputusan ketika kamu sedih",

menggambarkan dengan sangat jelas pentingnya manajemen emosi dalam setiap aspek kehidupan.

*Keterkaitan Manajemen Emosi dan Hikmah Islami"

Dalam ajaran Islam, menjaga keseimbangan emosi adalah bagian dari taqwa. Tindakan impulsif akibat pengaruh emosi sering kali membawa konsekuensi yang merugikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita pentingnya rifq (lemah lembut) dan hilm (pengendalian diri) dalam segala situasi:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ
"Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala perkara." (HR. Bukhari)

Secara psikologis, emotional intelligence atau kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

Dalam Islam, ini adalah bagian dari hikmah atau kebijaksanaan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang beriman:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ
"Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, sesungguhnya ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak." (QS. Al-Baqarah: 269)

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB