Ali menahan diri dan tidak jadi membunuhnya karena takut tindakannya dilandasi amarah, bukan karena Allah.
3. Jangan Membuat Keputusan Saat Sedih
“ولا تقرر وأنت حزين”
"Jangan mengambil keputusan ketika kamu sedih."
Kesedihan adalah kondisi emosional yang dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.
Dalam keadaan sedih, seseorang cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandang negatif dan keputusan yang diambil sering kali tidak objektif.
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi kesedihan adalah bagian dari ujian kehidupan:
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah: 6)
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, karena semua urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu juga baik baginya." (HR. Muslim)
Analisis Holistik dan Filosofis
Pesan hikmah ini mencerminkan prinsip dasar dalam manajemen emosi dan pengambilan keputusan yang bijaksana.
Dari sudut pandang psikologi, emosi yang tidak stabil—baik berupa kebahagiaan yang berlebihan, kemarahan yang meluap-luap, atau kesedihan yang mendalam cenderung memperburuk kualitas keputusan yang dibuat.
Keputusan yang diambil dalam kondisi emosional sering kali tidak rasional dan cenderung membawa konsekuensi buruk.