آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان
"Tanda orang munafik itu ada tiga: ketika berbicara ia berdusta, ketika berjanji ia ingkar, dan ketika diberi amanah ia berkhianat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Janji yang dibuat dalam kebahagiaan sering kali tidak dipertimbangkan secara matang, dan ketika kenyataan tidak memungkinkan untuk menepatinya, hal ini bisa menjerumuskan pada pengingkaran janji yang tercela dalam Islam.
2. Jangan Membalas Saat Marah
“ولا ترد وأنت غاضب”
"Jangan membalas ketika kamu marah."
Marah adalah salah satu emosi yang sering kali membuat seseorang bertindak tanpa berpikir panjang, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, atau melakukan perbuatan yang disesali di kemudian hari.
Islam mengajarkan pengendalian amarah sebagai bagian dari kesabaran dan ketakwaan.
Dalam Al-Qur'an, Allah memuji orang-orang yang mampu menahan amarah:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran: 134)
Rasulullah SAW juga bersabda tentang pentingnya menahan amarah:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
"Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sahabat Ali bin Abi Thalib sendiri juga dikenal dengan kebijaksanaannya dalam menahan amarah. Dalam riwayat, saat Ali hendak membunuh seorang musuh dalam perang, musuh tersebut meludahi wajahnya.