opini

Aktifisme dan Komunitas Muslim US- 2

Kamis, 26 September 2024 | 06:09 WIB
Ada 7 anggota sujud yang tidak akan disentuh api neraka (@santrikiyaibaha)

Sungguh cita-cita perjuangan itu sangat besar. Jauh lebih besar dari kemampuan seseorang atau sekelompok mengembangnya. Maka pastinya akan lebih ringan ketika dilakukan secara berjamaah (bersama-sama) sebagai satu umat untuk tujuan yang sama “kemuliaan Islam dan umat”. Jangan egoistik apalagi merasa superman bahkan arogan dalam menjalankan aktifisme (perjuangan) ini.

Tiga, pada potongan ayat “dengan ayat-ayatKu” menegaskan bahwa perjuangan atau aktifisme jangan sembarangan dan semberono. Tapi dengan “ayat-ayat” yang dimaknai sebagai “tuntunan, ilmu dan pemahaman, acuan, dan lain-lain yang semakna”. Tanpa petunjuk atau ilmu dan pemahaman yang benar akan menjadi aktifisme buta yang boleh jadi membawa kepada kerusakan yang lebih besar.

Karenanya penting untuk memahami dasar-dasar moral dan etika perjuangan. Tapi tidak kalah pentingnya juga adalah paham tengang situasi dan kondisi di mana aktifisme itu dilakukan.

Jika tidak maka pergerakan (aktifisme) itu boleh jadi bagaikan mobil yang bergerak tanpa setir (kendali). Jika tidak menabrak maka mobil itu akan tertabrak yang berujung dengan kerusakan dan pengrusakan.

Di acara NABIC convention itu saya tidak lupa menekankan secara khusus konteks Amerika bagi Komunitas imigran. Selain Komunitas Muslim immigran memang penting melakukan “adjustment” (penyesuaian) mindset, tanpa melanggar prinsip-prinsip dasar agama, dengan lingkungan baru (Amerika). Juga pentingnya bagi Komunitas Muslim untuk paham sistem kehidupan di Amerika, termasuk sistem politik, sosial dan seterusnya.

Empat, larangan untuk tidak lelah atau menyerah (ولا تنيا) menunjukkan banyak hal. Dua di antaranya adalah bahwa perjalanan aktifisme (perjuangan) tidak selalu nyaman.

Berbagai tantangan bahkan ancaman akan hadir di hadapan para aktifis (pejuang). Saya tidak perlu memberikan contoh-contoh itu. Karena memang ini pesan pokok Al-Qur’an “apakah manusia akan dibiarkan mengaku beriman tanpa diuji? Sungguh Kami (Allah) telah menguji mereka yang terdahulu untuk mengetahui siapa yang sungguh dalam keimanan dan siapa yang berdusta”.

Selain tantangan dan ancaman, aktifisme juga memerlukan nafas panjang. Aktifisme bukan lari sprint. Tapi lari marathon yang memerlukan energi, nafas panjang, dan tentunya determinasi dan semangat tinggi. Bahwa perjuangan (aktifisme) itu adalah perjalanan tidak mudah dan singkat. Tapi sejauh-jauh perjalanan itu destinasi atau tujuan itu jelas di hadapan mata.

Karenanya “wa laa taniyaa” (jangan kalian berdua, Musa dan Harun, putus asa). Sepanjang apapun malam fajar pasti akan terbit. Dan sepanjang apapun terowongan itu di ujungnya ada cahaya yang bersinar. “Sungguh pertolongan Allah itu dekat”. Walaupun dalam hitungan manusia terasa sangat jauh.

Lima, Allah Kemudian mengakhiri ayat ini dengan ungkapan “fii dzikri” (dalam mengingatKu”. Sebuah pesan penting bahwa dalam aktifisme atau perjuangan seorang Muslim tidak mungkin akan berhasil dan suskes kecuali dengan ikatan “rabbani”. Allah harus menjadi pegangan dalam perjuangan.

Pesan ini mengingatkan secara mendasar bahwa hati harus selalu lurus hanya mencari “ridho” Allah. Bukan untuk kepentingan pribadi atau apapun selain memang mencari keridhoaan Allah SWT.

Selain itu dzikir juga dimaksudkan bahwa nilai-nilai agama (iman dan takwa) harus selalu menaungi setiap pergerakan dan aktifisme seorang Muslim.

Jangan sampai ada langkah-langkah yang diambil dan bertentangan dengan ridho Allah SWT. Jika itu terjadi maka itu adalah kegagalan awal untuk kegagalan-kegagalan selanjutnya.

Dan hal ini juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan aktifisme jangan ada perasaan hebat, mampu, dan superman. Rasulullah SAW ketika di akhir-akhir perjuangannya diingatkan di surah An-Nashr.

Bahwa ketika perjuangan mencapai titik hasil positif (kemenangan), jangan sambut dengan tepuk dada. Tapi dengan rasa syukur (fasabbih bihamdi Rabbik) dan tawadhu’ bahkan meminta ampun (wastagfiruh) atas ketidak sempurnaan sebagai manusia.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB