رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ، أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ، أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berperang di bawah bendera kejahilan, marah karena asabiyah, atau menyeru kepada asabiyah, atau menolong karena asabiyah lalu terbunuh, maka ia terbunuh dalam keadaan jahiliyah.”(HR. Muslim)
Kesimpulan
Islam mengajarkan bahwa perbedaan dalam mazhab, pandangan politik, dan aspek-aspek lain dalam kehidupan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di antara umat Islam.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an, hadits Nabi, serta nasihat para sahabat dan ulama, umat Islam dapat membangun sinergi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkemajuan.
Kerjasama dalam kebaikan dan takwa, menjaga akhlak mulia, serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Islam, sebagai rahmatan lil ‘alamin, adalah agama yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh alam.