opini

Ihsan Menjalani Hidup

Sabtu, 29 Juni 2024 | 12:00 WIB
ilustrasi Islam nu Islami

Oleh: Haedar Nashir

Mulailah hidup dengan pandangan dan energi positif. Pagi hari adalah “the first time”, yakni waktu angkatan pertama mengawali jejak hidup.

Bagi kaum beriman, tentu dimulai dengan shalat shubuh. Ada proses transendensi yang positif, karena dalam shalat ada relasi kehidupan berbasis tauhid yang positif.

Memulai hidup atasnama dan dengan nama Allah. Hidup yang bergerak maju, bukan mundur apalagi anti kehidupan dunia.

Jika memulai hidup dengan positif, maka energi yang bersemi dalam diri dan yang dihasilkan pun insya Allah positif. Kalau energinya negatif, bawaannya akan negatif.

Hatta dalam menghadapi masalah, sikapi dengan jiwa positif disertai ikhtiar dan penuh pengharapan. Tidak perlu menjadi pemisistis, lantas melihat dunia serba hitam dan buram.

Jiwa, pikiran, dan sikap pun akan dioengaruhi oleh cara pandang yang dibangun. Apakah pandangan positif atau negatif.

Ambil pesan utama Al-Qashash 77, yang artinya: : "Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.

Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-Qashash: 77).

Jalani hidup dengan jiwa ihsan. Bangun dunia dengan jiwa kekhalifahan, tapi jangan merusak kehidupan. Membangun tanpa merusak itulah pandangan dunia Islam.

Spirit Ihsan

Kunci berbuat di dunia menuju akhirat sejakan Al-Qashash 77 ialah ihsan, yakni perbuatan baik yang serba melintasi. Berbuatlah serba baik, sebaliknya jauhi yang serba buruk, keduanya akan bermuara kepada siempunya (QS Al-Isra: 7).

Artinya jangan takut berbuat kebaikan meski banyak rintangan keburukan. Sebaliknya jangan senang berbuat keburukan karena mudah jalannya. Keduanya akan punya konsekuensi kepada setiap insan.

Orang beriman akan percaya diri dalam berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan, karena diberi ilmu untuk mengamalkannya. Jangan bersikap dan bertindak tanpa ilmu, apalagi dengan segala waham.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB