Oleh : Rahma Dita
Jejak digital adalah segala rekaman jejak perjalanan seseorang yang terekam melalui aplikasi smartphone seperti GPS, media sosial, bahkan email. Keseluruhan data digital yang membentuk jejak digital merupakan yang tersimpan di komputer maupun yang tersimpan online.
Baca Juga: Sistem Sosial Pedesaan di Talegong Garut
Ketika seseorang mengunjungi sebuah situs, maka server tempat situs itu tersimpan mungkin akan menyimpan alamat IP pengunjungnya. Dari alamat IP itu bisa dikenali internet service provider (ISP) yang dipakai, termasuk perkiraan lokasi pengakses situs tersebut. Alamat IP kecuali yang statis memang akan terus berubah dan tak menyimpan informasi personal pemakainya, namun alamat ini tetap masuk
dalam kategori jejak digital.
Baca Juga: Kesenian Dodombaan Dari Garut
Sebagai pengguna social media yang pintar dan bijak sudah tentu paham dengan apa yang namanya privasi dalam dalam bermedia sosial, mana konten yang sifatnya publik dan aman yang pribadi.
Baca Juga: Perbedaan Hipertensi Primer dan Sekunder
Setiap apa yang kita posting tersebut merupakan jejak digital yang mungkin akan dilihat di waktu mendatang dan mungkin sudah dalam kondisi yang berbeda sehingga apa yang kita posting dulu suda tidak relevan dengan sekarang.
Jika tanpa pertimbangan matang, medsos akan meninggalkan jejak yang sangat kejam. Kalimat-kalimat unggahan yang memicu konflik, merendahkan orang lain, isue sara akan dituai akibatnya oleh penggunanya sendiri.
Meskipun begitu masih banyak pula konten positif untuk kebaikan, namun publik
harus sangat selektif dan harhati- hati. Harus merunut dengan baik, tau sumber jelasnya dari mana. Atas dasar tanpa banyak pertimbangan dalam bermedia sosial banyak kita lihat kekejaman dunia maya yang merugikan penggunanya.***