Oleh : Nishfi Sunan Hudaya
Makna hidup dan mati adalah suatu hal yang naif dan pasti karena semua adalah hal yang pasti dan hanya di ketahui oleh Tuhan, dan kita pasti Kembali ke akhirat.
Kita hidup dari akhirat, dan kita merupakan ciptaan tuhan, kemudian kita hidup
di bumi,
Empat hal yang saling berkaitan, tidak bisa di hilangkan ataupun di hindari salah
satunya maka kita sebagai makhluk hidup, apalagi dilihat dari segi tauhid
bahwa kita sebagai makhluk dan Allah sebagai dzat, tidak mungkin bagi Allah
menghilangkan sesuatu bagi kita walaupun Allah mampu, seperti halnya
hidupnya Nabi Isa yang bisa hidup tanpa bapak, maka allah mampu melakukan
hidup tersebut akan tetapi tidak mungkin bagi allah melakukan hal tersebut
pada kita masyarakat awam.
Baca Juga: Tujuan Hidup Manusia Adalah Untuk Beribadah
Maka Ketika sedang ada masalah, sedang banyak hal yang berkaitan dengan
hidup, ada rasa ingin mati, maka ingatlah pada akhirat, ingatlah pada tuhan,
Allah bisa melakukan apa pun yang menurut kita mustahil, seberat apa pun
masalah.
Teori mengenai makna hidup dikenalkan oleh Victor Frankl dengan istilah
Logoterapi. Kata logoterapi berasal dari kata logos yang artinya makna
(meaning) atau rohani (spiritualy), dan terapi yang artinya penyembuhan atau
pengobatan.
Baca Juga: Waspadai Politik Identitas Jelang Pemilu 2024
Logoterapi merupakan dimensi kerohanian pada manusia di
samping dimensi ragawi dan kejiwaan. Makna hidup (the meaning of life) dan
hasrat untuk hidup bermakna (the will to meaning) merupakan motivasi utama
manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningfull life) yang
didambakan.
Baca Juga: Manusia Akan Dijemput Kematian
Hal tersebut jika di tinjau Kembali menurut ISlam maka makna daripada meraih
taraf kehidupan bermkana yaitu menjadikan hidup di dunia yang bermakna
guna menjadikan kehidupan yang akan datang di akhirat yang lebih bermakna
dan mendapatkan ridho di sisi tuhan kita.
Maka kita sebagai manusia umumnya, umat islam khususnya harus senantiasa
berpikir kritis dan berpikir jernih dalam memikirkan sesuatu karena
sesungguhnya kita hidup untuk tuhan, maka kembalikan semua pada tuhan,
kita hanya menjalankan taqdir dan meraih ridhonya.***