opini

Seruan Indonesia Damai Forum Negarawan Dari Cijantung Jakarta

Jumat, 12 Januari 2024 | 18:11 WIB
Pemilu Damai Penuh Persatuan (Dok. Sinergi Madura)

Oleh : Jacob Ereste

Pemilihan umum (Pemilu 2024) menjadi harapan hadirnya para pemimpin yang berjiwa satria dan negarawan. Kesadaran bersama perlu dikuatkan serta dibangun untuk memahami bahwa proses pemilu hanya berlangsung 5 tahun sekali. Jangan sampai mengorbankan cita-cita bangsa dan cita-cita negara Indonesia.

Mengerti dan memahami berbagai perkembangan dan situasi serta kondisi bangsa dan negara saat ini, bahwa dalam kondisi Pemilu 2024, terasa semakin memanas dari berbagai kubu yang bersaing, maka itu dibutuhkan kekuatan tengah (Non Blok - Bebas Aktif) yang berkomitmen untuk tetap konsisten menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Keren...Prodi PMI FDK UIN Yogyakarta Lakukan Kunjungan Ke Yayasan SHW Center

Demikian pernyataan sikap resmi Forum Negarawan yang disampaikan pada pertemuan rutin ke -11 pada hari Kamis, 11 Januari 2024 di Aula Pura Mustika Dharna, Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur

Karena berbagai hal diatas, ungjap Sri Eko Sriyanto Galgendu yang membacakan pernyataan sikap itu secara lantang, maka dalam kebersamaan di dalam Forum Negarawan, kami menyerukan “Indonesia Damai” guna menjaga komitmen berbangsa dan bernegara untuk tetsp bersatu, adil dan makmur.

Atas dasar itu juga, Forum Negarawan mengajak, menghimbau dan menegaskan bahwa :

1. Terselenggaranya pemilihan umum (pemilu), yang tepat waktu, aman, damai, jujur, adil, bebas, rahasia, transparasi, terhormat dan bermartabat.

Baca Juga: Berbagai Hasil Jajak Pendapat Dari Pasca Debat 3 Capres

2. Terwujudnya netralitas penyelenggaraan pemilu, netralitas aparatur negara, netralitas aparatur pemerintah, netralitas aparatur desa/kelurahan dalam pelaksanaan pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan pemilihan legislatif.

3. Menjaga dan mewujudkan stabilitas sosial, stabilitas politik dan stabilitas keamanan nasional.

4. Mencegah penyebaran berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah belah bangsa.

5. Menghentikan berbagai aktifitas skenario konflik sosial dan konflik politik yang dapat mengarah kepada konflik sosial.

6. Menyerukan kepada semua warga bangsa Indonesia untuk menggerakkan doa dan menggerakkan kekuatan spiritual demi dan untuk keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB