Keberadaan para Khalifah atau para Imam pada setiap zaman akan terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat.
“Dan bagi tiap-tiap kaum itu ada orang memberi petunjuk." (QS. Ar-Ra’d: 7).
“Di setiap umat itu mempunyai utusan (Allah).” (QS. Yunus: 47).
Allah telah berjanji menjayakan umat Islam dalam menyebarkan dan menguatkan agamanya.
“Dan Allah SWT telah menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Dia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan...” (QS. An-Nur: 55).
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". (QS. Al-Baqarah: 124).
Ayat-ayat di atas memang tidak menyebut Al-Mahdi secara eksplisit, namun tersirat secara implisit. Namun Al-Mahdi disebutkan dalam banyak Hadits. Banyak juga Hadits yang tidak secara langsung menyebutkan namanya.
Menurut penelitian Dr. Khalid al-Walid, terdapat 7.414 Hadist mengenai Imam Mahdi. Di antaranya banyak Hadist yang derajatnya mutawatir. Oleh karena itu, mayoritas/jumhur ulama dan umat Islam meyakini akan datangnya Imam Mahdi pada akhir zaman.
*Imam Mahdi Menurut Syi'ah*
Para mufassir kontemporer di kalangan Syi'ah telah menghitung dan mentahqiq jumlah ayat Mahdawiyah. Mereka mendapatkan sekitar 350 ayat. Tahqiq ini dilakukan oleh Yayasan Intidhare Nur.
Metode yang mereka gunakan dalam pencarian ayat-ayat itu mencakup ayat-ayat yang secara gamblang menjelaskan Mahdawiyah, atau ayat-ayat yang membawakan riwayat atau pembahasan tentang Mahdawiyah.
Di antaranya adalah ayat-ayat berikut:
“Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba yang saleh." (QS. Anbiya: 105).
“Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas, dan akan Kami jadikan para pemimpin dan pewaris dunia.” (QS. al-Qashash: 5).
Ayat ini sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali RA dalam Nahjul Balaghah serta para Imam yang lain, bahwa sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut konvoi kebenaran yang terzalimi yang akhirnya akan jatuh ke tangan mereka.