opini

Imam Mahdi Menurut Sunni, Syi'ah dan Wahabi

Jumat, 29 Desember 2023 | 07:20 WIB
imam Mahdi yang diutus oleh Allah SWT (Freepik)

Oleh: Nanang Gojali (Ketua Komisi Jilit MUI Cianjur/Pengajar Teologi Islam di FISIP UIN Bandung)

Sebagian besar umat Islam meyakini kesahihan kabar tentang kemunculan Imam Mahdi, yang akan memenuhi dunia dengan keadilan, setelah sebelumnya dunia dipenuhi dengan kedzaliman dan kejahatan.

Sosok yang serupa dengan karakteristik Imam Mahdi diyakini juga oleh berbagai agama dan mayoritas penduduk dunia, meskipun dengan nama yang berbeda-beda.

Kepercayaan akan datangnya Juru Selamat Akhir Zaman bersifat universal dengan berbagai sebutan: Mahdi (Islam), Messiah (Yahudi), Kembalinya Yesus (Kristen), Avatar (Hindu), Budha (Buddhisme), Bahramsyah (Zoroaster), Ushider (Majusi).

Keyakinan ini juga telah hidup di antara orang-orang Mesir kuno dan dapat ditemukan dalam kitab-kitab Cina kuno. Dalam tradisi Nusantara, dikenal figur Ratu Adil, Satria Piningit dan Budak Angon. Bahkan juga dipegang oleh sebagian filosof barat seperti Bertrand Russel serta ilmuwan modern seperti Albert Einstein.

Dalam dunia Islam, kepercayaan Mahdawiyah dianut oleh mayoritas pemeluk Islam. Namun, karena tidak ditemukan pembahasan secara tersurat dalam Al-Qur’an, maka Mahdawiyah menjadi cabang akidah yang melahirkan banyak ranting.

*Imam Mahdi Menurut Sunni*

Ketika umat Islam di akhir zaman berada dalam keterpurukan dan kezaliman, Allah akan memberikan pertolongan:

“Dia-lah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar agar Dia menampakkannya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (QS. At-Taubah: 33).

"Dan Kami hendak memberi karunia kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia." (QS. Al-Qashash: 5).

Dunia akan diwarisi oleh orang-orang yang saleh, masa depan dunia akan dipimpin oleh Imam Mahdi beserta para pengikutnya.

“Dan sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam Zabur setelah (Kami tulis dalam) Dzikr (Lauh Mahfuz), bahwa dunia akan dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya’: 105).

Ketika kemurtadan dan kemusyrikan merajalela, Allah akan mendatangkan suatu kaum yang kembali menegakkan agamaNya, yaitu Imam Mahdi beserta para pengikutnya.

“Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela..." (QS. Al-Maidah: 54).

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB