Baca Juga: Pj Gubernur Jabar Tinjau Kondisi Sampah di Pantai Cibutun Sukabumi
Namun begitu, setelah produksi berhasil ditingkatkan, ternyata penanganan sisi konsumsi terekam kurang sungguh-sungguh digarap Pemerintah. Sebut saja program diversifikasi pangan atau yang lebih akrab kita dengar dengan istilah penganekaraganan pangan. Jujur kita akui, sekalipun program meragamkan pola makan masyarakat ini telah digarap sejak tahun 1960an, ternyata hasilnya belum memuaskan.
Pemerintah sendiri seperti yang "ogah-ogahan" dalam penerapannya. Hai ini tampak dari belum adanya Grand Desain Program Diversifikasi Pangan lengkap dengan Roadmap nya untuk jangka panjang. Yang kita rasakan, program diversifikasi pangan ibarat "angat-angat tai ayam", tidak sistemik dan berkelanjutan. Kadang ada, kadang tidak ada kegiatannya.
Ini wajar terjadi, karena program diversifikasi pangan masih dikemas dalam bentuk keproyekan, belum jadi sebuah gerakan bangsa. Yang jelas, berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini, jika kurun waktu proyeknya selesai, maka berakhir pulalah program dan kegiatannya. Baru akan ramai kembali, jika proyeknya dihidupkan lagi pada tahun-tahun berikutnya.
Sebelum adanya Badan Pangan Nasional, sah-sah saja hal itu terjadi. Namun dengan lahirnya Perpres No. 66/2021, soal diversifikasi pangan, tidak boleh digarap apa adanya. Sesuai dengan fungsi yang diembannya Bapanas memiliki tanggungjawab untuk melaksanakannya secara terukur dan sistemik.
Bapanas, perlu serius menangani sisi konsumsi. Bagaimana pun beratnya beban yang harus dipikul, program diversifikasi pangan merupakan salah satu solusi agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Itu sebabnya, Bapanas tidak boleh lagi menjebakkan diri seperti masa lalu.
Baca Juga: Jangan Biasakan Makan Setelah Isya
Bapanas dan Kementan sudah saatnya berbagi peran dan fungsi sesuai penugasan. Dengan kolaborasi, kita optimis pembangunan pangan yang utuh, holistik dan komprehensif akan terwujud. Ke arah sanalah kita sebaiknya melangkah.***
Penulis adalah Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat.
Repost : Cianjur Inisiatif