Maudy Ayunda, Ibu RA Kartini dan Indonesia Kita

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 26 April 2023 | 16:26 WIB
Maudy Ayunda, Ibu RA Kartini dan Indonesia Kita
Maudy Ayunda, Ibu RA Kartini dan Indonesia Kita

Oleh : Supriyanto Martosuwito

Maudy Ayunda adalah contoh sempurna wanita Indonesia yang tumbuh berkembang sebagaimana sosok yang di gagas Raden Ajeng Kartini di Jepara, 100 tahun lalu.

Wanita mengembangkan potensi dirinya, cerdas, mandiri, namun tetap membumi. Menjunjung tinggi tradisi budaya sendiri.

Tahukah Kamu ?

Keterlibatannya di industri hiburan di ibu kota negerinya, menjadi artis penyanyi, model iklan dan film, tak melupakan tugas sebagai generasi penerus yang terus mengembangkan diri sebagai generasi baris depan.

Dia menempuh pendidikan modern, pendidikan barat, tapi tak kehilangan jati dirinya sebagai wanita Indonesia.

Setelah menyelesaikan SMA di British School Jakarta, dia melanjutkan S-1di Universitas Oxford, P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics) - lulus 2016 dan meneruskan ke S-2 di Universitas Stanford, M.B.A. (Master of Business Administration) dan M.A. (Master of Arts in Education) - lulus 2021.

Ia bikin heboh para remaja karena sempat bingung memilih diantara Universitad Harvad dan Universitas Stanford - dua duanya kelas dunia dan dua duanya menerimanya sebagai mahasiswa.

Maka tak salah bila pemerintah menugaskannya sebagai juru bicara presidensi G20. Dia public figure, semua yang terucap darinya mudah mencari perhatian.

Ini menjawab kritik mengapa tidak para diplomat karir muda yang dipilih untuk posisinya.

Di era digital di mana influencer, memilih public figure yang kompeten adalah keniscayaan.

Sejak Indonesia memproklamairkan diri sebagai negara merdeka, kita menghadapi tantangan derasnya arus budaya asing. Khususnya dari Barat.
Wanita kita khususnya di kota menjadi kebarat baratan .

Belakangan ini serangan budaya asing, bukan hanya dari Barat, Jepang, dan Korea, melainkan juga datang dari jazirah Arab.

Dalam balutan agama, wanita Indonesia dibuat merasa bersalah jika tidak berbusana seperti mereka.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Memaknai Keberkahan Ramadan - 25

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X