Hari Jadi Cianjur ke-349: Ketika Ngaos, Mamaos, dan Maenpo Menjadi Cermin Pembangunan

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:49 WIB
Doddie FT, Dosen UNPI Cianjur (FOTO: Istimewa)
Doddie FT, Dosen UNPI Cianjur (FOTO: Istimewa)

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan pidato. Jawabannya hanya bisa dibuktikan melalui kerja nyata, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Maka, pada Hari Jadi Kabupaten Cianjur ke-349 ini, mari kita jadikan Ngaos sebagai kompas moral, Mamaos sebagai hati nurani pembangunan, dan Maenpo sebagai keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Karena pada akhirnya, kejayaan sebuah daerah tidak diukur dari megahnya panggung perayaan, melainkan dari senyum rakyatnya, kualitas manusianya, dan kemampuan para pemimpinnya menjaga amanah. Itulah makna terdalam dari Cianjur yang benar-benar Rahayat Raksa Raharja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB
X