JOURNALNUSANTARA.COM - Liburan sekolah seringkali dinantikan anak sebagai waktu untuk bebas dari tugas dan rutinitas akademik. Namun, bagi orang tua, momen ini adalah peluang emas untuk memberikan edukasi informal yang menyenangkan.
Liburan positif bukan berarti anak harus tetap belajar di depan buku, melainkan mengisi waktu dengan aktivitas yang membangun karakter, kreativitas, dan ketangkasan fisik.
Aktivitas yang Bermakna
Langkah pertama dalam menciptakan liburan positif adalah melibatkan anak dalam perencanaan. Mengajak mereka berdiskusi tentang destinasi atau kegiatan yang ingin dilakukan dapat melatih kemampuan pengambilan keputusan.
Aktivitas luar ruangan seperti berkemah atau berkebun sangat disarankan. Selain menjauhkan anak dari paparan layar (screen time) yang berlebihan, interaksi dengan alam terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan rasa syukur.
Mengasah Empati dan Keterampilan
Selain rekreasi, liburan bisa diisi dengan kegiatan sosial. Mengajak anak berbagi makanan di panti asuhan atau ikut serta dalam aksi bersih lingkungan akan menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial sejak dini.
Di sisi lain, liburan adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi hobi baru. Mengikuti kursus singkat memasak, melukis, atau olahraga air dapat meningkatkan rasa percaya diri anak saat mereka berhasil menguasai keterampilan baru yang tidak diajarkan di sekolah.
Keseimbangan adalah Kunci
Hal terpenting dari liburan positif adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, stimulasi mental, dan waktu istirahat. Liburan tidak perlu mewah atau mahal yang paling dibutuhkan anak adalah kehadiran penuh orang tua.
Percakapan santai di sore hari atau bermain permainan papan (board games) bersama keluarga bisa menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Dengan perencanaan yang tepat, liburan akan menjadi momen transformasi bagi anak. Mereka tidak hanya kembali ke sekolah dengan energi baru, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kehidupan, kemandirian, dan kenangan indah yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan.
Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur
Artikel Terkait
Ketua GenZi Angkat Suara, Janji Beasiswa Bupati Cianjur Kembali Dipertanyakan
Jelang Duel Persib vs PSM, Federico Barba Siap Bertarung
RAMALAN Shio 2026: Siapkan Mental, Ini 3 Shio yang Perlu Ekstra Sabar di Tahun Kuda Api
HARGA Emas Pegadaian Hari Ini, 25 Desember 2025: Produk UBS dan Galeri24 Jadi Semahal Ini
Head to Head Persib vs PSM di Super League: Tak Ada yang Lebih Mendominasi
Mutiara Pagi: Kenikmatan Toleransi (Bagian 2069)
Fikri dan Anis Resmi Maju di Pemiluma IAI Al-Azhary Periode 2026–2027
Ramalan Shio 2026: 3 Shio Ini bakal Ketiban Rezeki Nomplok di Tahun Kuda Api
WAR Tiket Persib vs PSM Makassar, Cek Link Pembelian Resmi Mulai Rp125 Ribu Jangan Sampai Kehabisan!
Ketika Perbedaan Menjadi Kekuatan