Oleh: Agung Wibawanto
Masih seputar kemerdekaan RI ke 79. Sejarah penjajahan kolonial Belanda pun kini dijadikan perdebatan publik online. Sebagian mengatakan sejarah yang kita pelajari di bangku sekolah adalah pembohongan alias hoax. Kok bisa? Masa penjajahan kolonial Belanda diyakini tidak mencapai 350 tahun atau 3,5 abad.
Tidak pernah diketahui dari tahun berapa hingga tahun berapa Belanda menjajah Indonesia. Serta diawali oleh peristiwa apa hingga penjajahan terjadi? Soal ini memang debatable dan sudah berlangsung lama, namun di bangku sekolahan tetap diajarkan bahwa Indonesia mengalami masa kolonial selama 350 tahun.
Beberapa ahli sendiri juga tidak satu pandangan. Ada yang menyoal beda antara dagang, pendudukan dan penguasaan. Ada yang menyebut semua itu bentuk "penjajahan". Ada pula yang mengaitkan dengan wilayah penguasaan yang tidak meliputi seluruh Nusantara (istilah saat itu), sehingga tidak bisa disebut menjajah seluruh Nusantara.
Ada pula yang menambahkan bahwa penyebutan 350 tahun tersebut hanya karena untuk melecut semangat rakyat Indonesia agar memiliki kemarahan atas segala bentuk penjajahan, termasuk oleh Belanda. Berikut saya mencoba merangkum beberapa data dari berbagai sumber terkait penjajahan di indonesia.
Portugis (1509 - 1595)
Portugis datang pertama kali ke Maluku untuk misi dagang, terutama hasil bumi rempah-rempah yang memang terkenal di kepulauan Maluku hingga ke Timor Leste. Wilayah dagang yang mereka kuasai hanya di situ saja. Tahun 1602 portugis mencoba melakukan pelayaran hingga Jawa, namun dihadang oleh kapal milik VOC (Belanda). Portugis pun dipukul mundur dan kalah.
Spanyol (1521 - 1692)
Spanyol masuk ke Indonesia pada wilayah yang sama yang diklaim dikuasai Portugis. Spanyol beralasan lebih kepada misi penyebaran agama Nasrani di Maluku. Namun begitu, Spanyol juga melakukan aktivitas perdagangan terutama melalui kerjaan Tidore, sementara Portugis lebih ke kerajaan Ternate. Hingga akhirnya disepakati Spanyol harus pergi dan melanjutkan perjalanan dan misinya ke Philipina.
Belanda (1602-1942)
Sama dengan Portugis dan Spanyol, Belanda pada awalnya hanya ingin melakukan aktivitas perdagangan (kapitalisme) di pulau Jawa dengan mendirikan organisasi dagang bernama VOC. Inilah awal Belanda mencengkramkan kuku kolonialis nya di bumi Nusantara. Namun sebagian ahli menganggap belum terjadi kolonialisme ketika itu karena hanya aktivitas dagang. Belum ada tentara, lembaga pemerintah dll.
Untuk itu ada yang menyebut masa kolonialisme dimulai sejak ambruknya VOC karena kemudian pemerintah Belanda masuk untuk mengelolanya di tahun 1800-an. Namun begitu, Belanda mengalami pula kekalahan diplomatik dengan Perancis sehingga Perancis dianggap berhak menduduki Indonesia. Setelah Perancis, masuk pula Inggris yang menggantikan Perancis.
Barulah di tahun 1816, Belanda kembali berkuasa di Indonesia dengan menguasai wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Hingga tahun 1942 Belanda kalah dalam Perang Dunia II, dan di Indonesia pun ditaklukan Jepang.
Perancis (1800-1811)
Pada tahun 1808, Raja Louis Napoleon selaku Raja Perancis, mengirimkan Marsekal Williem Daendels ke Jakarta yang waktu itu masih bernama Batavia, dan dijadikan Gubernur Jenderal di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Perancis berhasil mengibarkan benderanya di atas perahu dagang VOC, yang menandakan Perancis negara penjajah Indonesia.
Pemerintahan Daendels yang kejam dan diktator membuatnya mendapatkan berbagai kecaman. Hingga akhirnya, ia digantikan oleh Jan Williem Janssens. Pada 18 September 1811, Janssens menyatakan kekalahannya dengan Inggris, ia menandatangani perjanjian bahwa seluruh Pulau Jawa diserahkan dan dikuasai oleh Inggris.
Inggris (1811-1816)
Kekalahan Perancis di tangan Janssens menjadi awal bagi bangsa Inggirs menguasai wilayah Pulau Jawa. Di bawah kepempimpinan Stamford Raffles, Indonesia mengalami banyak perubahan. Diantaranya menghapis monopoli dan perbudakan, serta membagi Pulau Jawa menjadi 16 Keresidenan.
Namun akibat konflik yang terjadi di Eropa antara Belanda dan Inggris, memengaruhi pemerintahan Pulau Jawa yang pada saat itu berada di tangan Inggris. Akibat konflik tersebut, terbentuklah perjanjian bahwa Belanda secara resmi kembali menjadi negara penjajah Indonesia dan menguasai seluruh wilayah Indonesia.
Jepang (1942-1945)
Awal pendudukan Jepang dianggap baik karena bermaksud membantu mengalahkan Belanda serta berjanji memerdekakan Indonesia. Namun janji Saudara Tua tidak pernah terbukti hingga Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika. Kondisi ini dimanfaatkan Indonesia untuk memerdekakan diri agar Belanda tidak balik lagi menguasai.
Artikel Terkait
Kereta Api Perkotaan Jadi Solusi Transportasi
Persahabatan Menunjukkan Karakter Jiwa Seseorang
Menghadapi Pembenci
Cut Intan Nabila Korban KDRT Armor Toreador, Menangis di Pelukan Sang Ayahanda
Bahlil Lahadalia Diisukan sebagai Calon Tunggal Ketum Partai Golkar, Bahlil: 20 Agustus Kita Lihat !
Bersyukur Atas Semua Nikmat yang Allah Berikan
Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita
Perintah Lepas Jilbab Paskibra itu Dungu!
Ninja dan Pamswakarsa
Mutiara Pagi: Yang Maha Memulai (Bagian: 1587)