Seberapa Kebal Anggota Komponen Cadangan (Komcad) Terhadap Virus Radikalisme

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 30 April 2024 | 18:58 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika mengecek jajar pasukan pada upacara penetapan Komcad di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jumat (11/8).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika mengecek jajar pasukan pada upacara penetapan Komcad di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jumat (11/8).

Oleh: Ayik Heriansyah

3103 orang anggota komponen cadangan (komcad) telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 Oktober 2021 yang lalu.

Masa aktif kemiliteran komcad pada saat latihan dan mobilisasi serta panggilan khusus oleh negara.

Selain itu, semua anggota komcad kembali ke profesi masing-masing sebagai warga sipil. Oleh karenanya, pengawasan, kontrol dan kendali terhadap anggota komcad tidak seketat seperti tentara reguler yang dinas militer tiap hari dan mempunyai kesatuan.

Dalam konteks radikalisme, hal ini menjadi titik kerawanan tersendiri. Apakah selama menjalani masa sipil, anggota komcad tidak bersentuhan dengan radikalisme?

Pada dasarnya selama seseorang menggunakan hand phone seluler yang tersambung dengan jaringan internet, sedikit banyak akan bersentuhan dengan radikalisme, karena radikalisme di media daring dan media sosial begitu massif.

Meskipun demikian, bersentuhan dengan radikalisme tidak otomatis membuat orang langsung terpapar paham radikal. Hal ini tergantung kepada kekebalan (imunitas) ideologi di dalam dirinya.

Lolos seleksi masuk komcad dan lulus sebagai anggota komcad, menunjukkan bahwa 3103 orang tersebut bersih dari paham radikal.

Akan tetapi, apakah mereka tetap bersih dari paham radikal setelah kembali menjadi sipil pasca penetapan sebagai anggota komcad?

Memang sependek pengetahuan saya, belum ada penelitian tentang radikalisme di komcad. Seharusnya ada, mengingat hampir semua anggota komcad menggunakan hp yang terhubung dengan jaringan internet, sebagai indikasi awal yang menunjukkan ada potensi anggota komcad bersentuhan dengan radikalisme.

Penelitian lebih lanjut, tentang hubungan anggota komcad dengan orang-orang radikal baik yang berafiliasi dengan kelompok radikal maupun yang tidak, di keluarga, lingkungan masyarakat dan tempat kerja.

Sangat penting untuk memastikan anggota komcad steril dari radikalisme sebelum mereka kembali melaksanakan dinas militer dalam bentuk latihan militer dan mobilisasi dalam rangka bela negara. Jika tidak, sangat berbahaya.

Anggota komcad yang terpapar radikalisme, dikhawatirkan alih-alih menjadi pasukan cadangan yang membantu TNI mempertahankan negara, nanti malah bermutasi menjadi “tentara khilafah” yang liar dan terlatih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X