Nama : Ratu Maharani
KKN 324 UIN Sunan Gunung Djati bekerja sama dengan pemerintah desa telah
melaksanakan program KKN SISDAMAS Desa Membangun dengan menekankan
pada partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Kegiatan KKN yang berhasil dalam membangun partisipasi warga diantaranya adalah melalui Ballak Baca (perpustakaan desa) di Desa Rancadaka, Kabupaten Subang. Pengembangan Ballak Baca merupakan usulan masyarakat desa dan juga sudah direncanakan oleh desa sebagaimana tercantum dalam RPJM Desa Rancadaka Tahun 2023.
Baca Juga: Seruan Indonesia Damai Forum Negarawan Dari Cijantung Jakarta
Proses pengembangan masyarakat yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan, pada tahap ini Tim KKN melakukan konsolidasi di dalam tim untuk menyamakan persepsi tentang pengembangan Ballak Baca. Selain itu Tim KKN juga mengurus izin yang berkaitan dengan Ballak Baca seperti ke kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, serta calon pengelola Ballak Baca.
2. Tahap pengkajian, Tim KKN mengidentifikasi masalah atau kebutuhan serta sumber daya dalam pengembangan Ballak Baca. Masyarakat terlibat dalam merumuskan kebutuhan dan sumberdaya Ballak Baca. Kemudian disusun prioritas kegiatan yang akan dilakukan dalam pengembangan Ballak Baca.
3. Tahap Perencanaan alternatif, pada tahap ini Tim KKN dan masyarakat juga menyusun program alternatif apabila program perencanaan utama
tidak berjalan.
4. Tahap Rencana aksi, pada tahap ini Tim KKN membantu kelompok
masyarakat yang akan mengelola Ballak Baca untuk membayangkan dan menuliskan
tujuan jangka pendek tentang apa yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya.
Misalnya bagaimana mendapatkan tambahan koleksi buku.
Baca Juga: Tanggul Cikapundung Bandung Jebol, Sekitar 600 Rumah Warga Braga Terkena Dampak
5. Tahap implementasi, pada tahap ini Tim KKN serta pengelola Ballack Baca menggalang dukungan masyarakat atau kelompok yang telah berkomitmen dalam Ballak Baca. Misalnya dalam pemugaran rumah Ballak Baca, diperlukan bantuan dari Kepala Desa dan kelompok masyarakat, juga kerjasama antar warga. Warga desa atau pemuda terlibat dalam merenovasi Ballak Baca yang telah ada agar menjadi lebih menarik, melalui pengecatan dan dekorasi mural. Kegiatan renovasi dan dekorasi ini berlangsung sekitar 2 pekan.
Kemudian dilaksanakan perapihan dan penyusunan buku ke dalam rak buku (katalogisasi buku) yang merupakan sumbangan dari Kepala Desa Rancadaka. Setelah itu sebagai wujud dukungan formal, dilaksanakanlah launching Ballak Baca dengan rangkaian agenda, sambutan dari beberapa undangan, salah satunya Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Subang dan Sekretaris Kecamatan
Pusakanagara, dilanjutkan dengan pemotongan pita pada peresmian Ballak Baca,
Pembacaan SK Pengurus Ballak Baca.
Pelaksanaan kegiatan tidak berhenti sampai dengan launching, juga dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain kegiatan Bedah Buku dan Sharing Inspirasi Gemar Membaca oleh Penggerak Literasi Pustaka Ballak Baca bersama para pemuda. Kegiatan berlanjut dengan pelatihan penyusunan proposal kegiatan di dalam ruang Ballak Baca yang difasilitasi oleh 14 salah satu Tim KKN dengan tujuan pengurus Ballak Baca dapat lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan kedepannya, utamanya dalam hal mengusulkan kegiatan dan dukungan pembiayaan
kepada pihak desa. Tim KKN juga menginisiasi pembentukan jaringan kerjasama
dengan Pustaka Ballak Kana yang merupakan salah satu Komunitas Literasi di
Kabupaten Subang.
Artikel Terkait
Jaminan Netralitas TNI AD Dari KSAD, Jendral Maruli Simanjuntak M.Sc Untuk Pemilu 2024
Direktori Penulis Indonesia 2023 Telah Diterbitkan Oleh Satupena
Kearifan Lokal Masyarakat Islam di Wilayah Sunda Jawa Barat (Bagian 1)
Keren...Prodi PMI FDK UIN Yogyakarta Lakukan Kunjungan Ke Yayasan SHW Center
Berbagai Hasil Jajak Pendapat Dari Pasca Debat 3 Capres
Selera Humor Presiden Untuk Acara Debat Capres Yang Terkesan Menyudutkan Salahsatu Paslon
Menghadapi Gelontoran Sembako dan Serangan Fajar
Tanggul Cikapundung Bandung Jebol, Sekitar 600 Rumah Warga Braga Terkena Dampak
Seruan Indonesia Damai Forum Negarawan Dari Cijantung Jakarta
Kearifan Lokal Masyarakat Islam di Wilayah Sunda (Bag 2)