Jaminan Netralitas TNI AD Dari KSAD, Jendral Maruli Simanjuntak M.Sc Untuk Pemilu 2024

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Kamis, 11 Januari 2024 | 17:59 WIB
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Dokumentasi Dispenad
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Dokumentasi Dispenad

Oleh : Jacob Ereste

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Maruli Simanjuntak M.Sc menyatakan sikap netralitas TNI AD dalam Pemilu 2024. Pernyataan tegas ini diungkapkan Jendral bintang empat ini pada Kamis, 4 Januari 2024 terkait dengan tudingan peristiwa penganiayaan terhadap warga masyarakat di Boyolali, Jawa Tengah yang viral dan menarik perhatian banyak orang.

Pernyataan KSAD yang menegaskan kembali sikap netralitas dalam mengawal Pemilu 2024, sungguh menyejukkan hati banyak orang. Setidaknya ditengah kekhawatiran adanya indikasi kecurangan yang terjadinya dengan melibatkan instansi pemerintah, mulai dari tingkat Kepala Desa hingga Menteri yang masih aktif melakukan kampanye seperti sorotan terhadap Zulkifli Hasan yang mengklaim pembagian sembako dari pribadi Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Dekot Desak Kajari Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT. CSM

Sikap netral TNI AD ini diungkapkan Maruli Simanjuntak dalam wawancara ekslusif bersama Rosiana Silalahi yang bertajuk "Penganiayaan Relawan, Netralitas TNI AD Dipertanyakan", yang ditayang Kompas TV, Kamis, 4 Januari 2024. Klarifikasi yang dilakukan KSAD ini perlu disampaikan karena warga masyarakat membuat kesimpulan sendiri akibat dari insiden di Boyolali itu.

Setidaknya dari insiden tersebut, sebagai KSAD Jendral Maruli Simanjuntak dapat kembali meyakinkan netralitas TNI AD dapat dijamin tidak akan berpihak pada salah satu Paslon kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang akan mengikuti kontestasi dalam Pemilu 2024.

Memang sejak awal dilantik sebagai KSAD, Maruli Simanjuntak telah menyampaikan bahwa akan tegas dalam bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Pernyataan ulang dari seorang KSAD ini sungguh dapat melegakan hati banyak pihak, dimana indikasi keberpihakan dari para aparat pemerintah sempat menjadi kecemasan dan kekhawatiran tersendiri, sehingga Pemilu bisa berlangsung secara tidak adil dan tidak beretika politik yang dapat menjadi contoh pendidikan demokrasi yang beradab di negeri ini.

Baca Juga: Sunnah Strategis, Da'wah Terbaik di Akhir Zaman

Jendral Maruli pun mengakui oknum yang melakukan penganiyaan terhadap warga di Boyolali itu sudah ditahan dan segera diproses secara hukum yang berlaku. Garansi dari netralitas TNI AD yang disampaikan Jendral Maruli Simanjuntak yang terkenal dengan sebutan "Jendral Air" ini. Setidaknya, ketika menjabat Panglima Daerah Militer (Kodam) Udayana pada tahun 2020-2022, komitmen Maruli Simanjuntak terhadap rakyat kecil telah dia buktikan dengan membangun ratusan pompa hidran di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat membutuhkan air. Padahal, tentang wilayah operasinya selaku Pangdam Udayana tidak cuma NTT dan Bali, tapi juga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Betapa tidak, kepedulian seorang tentara yang memiliki sentuhan rasa pirasa kemanusiaan yang tinggi, penuh tulus untuk ikut mengatasi masalah yang menjadi kesulitan bagi warga masyarakat.

Bersama anggotanya, TNI AD dibawah naungan Kodam Udaya yang dipimpin Maruli Simanjuntak melakukan dengan senang hati membuat pompa hidrolik di NTT untuk masyarakat, seperti yang dilansir Koran Tempo, 18 Agustus 2023.

Baca Juga: Pesta Demokrasi Jangan Sampai Menambah Beban Berat Bagi Rakyat

Karena banyaknya permintaan, Kodam Udayana pun melakukan pelatihan untuk membuat pompa hidrolik dengan memberdayakan seluruh Babinsa yang ada di NTT hingga mampu membangun dan mengoperasikan sejumlah pompa hidrolik yang sangat bermanfaat warga masyarakat setempat.

Alumnus Akabri tahun 1992 ini, gagasan membangun pompa air bersih untuk masyarakat sudah dimulai sejak Danrem 074 / Wirastratama di Surakarta pada tahun 2016-2017. Dengan cara bahu-membahu bersama masyarakat, segenap personil yang mumpuni dari kesatuan Angkatan Darat mulai dari Kodam hingga Koramil dan Babinsa diberdayakan untuk membangun sumber air guna mengatasi masalah kekeringan, terutama pada saat musim kemarau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X