Oleh : Jacob Ereste
Intelektualitas tidak cukup bagi seorang pemimpin bila tidak memiliki ketangguhan spiritualitas sehingga bisa menggenapkan bobot integritas dirinya untuk mengayomi, melindungi dan membela rakyat kecil dari penindasan dalam bentuk apapun dari siapapun. Sebab hanya dengan begitu seorang pemain bisa dirasakan nyata keberpihakannya kepada rakyat.
Intelektualitas bagi seorang pemimpin diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang lebih bersifat duniawi. Sedangkan Spiritualitas bagi seorang pemimpin guna mensinkronkan pemikiran yang akan diwujudkan dalam suatu kebijakan (keputusan) yang harus selalu diorientasikan demi dan untuk orang banyak.
Baca Juga: Ganjar Pranowo : Dipercaya Memiliki Elektabilitas Tinggu Sebagai Capres 2024
Karena itu ambisi pribadi tidak bisa kedepankan, apalagi kemudian harus memonopoli kebijakan publik yang akan dirasakan langsung oleh rakyat atau masyarakat luas.
Jadi keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas akan sangat menentukan integritas dari sikap pribadi seorang pemimpin yang mampu menjelaskan program kerjanya untuk orang banyak yang akan merasakan dampaknya yang baik maupun dampaknya yang buruk, sehingga harus menjadi pilihan yang terbaik dari pilihan pilihan yang terburuk. Sedangkan Spiritualitas bagi seorang pemimpin diperlukan agar dapat memahami lebih jauh suasana kebatinan dari rakyat banyak, sehingga apa yang dilakukan dapat memperoleh dukungan yang penuh serta ikhlas sebagai bagian dari rasa tanggung jawab bersama dalam berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Kepongahan Liar Yang Membuat Kerusakan di Bumi
Melalui pemahaman intelektualitas dan spiritualitas, seorang pemimpin akan sadar dan mampu memahami bahwa membangun bangsa dan negara tidak bisa dilakukan sendiri oleh negara melalui pemerintah sehebat apapun.
Sebab yang hendak dibangun itu adalah bangsa yang juga memiliki sah negara seperti makna yang terkandung dalam naskah proklamasi bangsa Indonesia yang memerdekakan diri untuk membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang ingin terbebas dari segala bentuk penjajahan, guna mewujudkan kesejahteraan umum dengan upaya mengurus anak-anak terlantar dan fakir miskin untuk sesegera mungkin mencerdaskan kehidupan melalui pendidikan.
Karena itu bentuk dari pelaksanaan Pemilu merupakan bagian dari proses mencerdaskan kehidupan bangsa yang demokratis, jujur dan adil dengan suasana damai, tanpa niat curang. Artinya, tidak boleh sedikitpun menerabas aturan yang telah disepakati bersama seperti yang tertuang dalam peraturan maupun perundang-undangan.
Baca Juga: Melalui Hari HAM Sedunia Kita Tolak Berbagai Bentuk Diskriminasi
Itu sebabnya, masalah buruk yang dilakukan Mahkamah Konstitusi hingga Komisi Pemilihan Umum yang mengubah tata cara debat Capres dan debat Cawapres telah mencederai demokrasi dan menjadi contoh terburuk bagi pendidikan untuk rakyat yang sangat mengharap Pemilu menjadi bagian dari upaya membangun peradaban manusia yang lebih baik dan lebih bermartabat.
Dimensi spiritualis seorang pemimpin diperlukan untuk menjadi perisai dirinya dalam upaya menjaga etika, moral sehingga berakhlak mulia meski tidak harus setara dengan Nabi, cukuplah mendekati perilaku Wali. Hingga sikap culas, arogan dan semena-mena menggunakan fasilitas negara dapat terkontrol, apalagi kemudian memperalat aparatur negara atas kekuasaan yang sedang berada dalam genggamnya.
Karena itu idealnya sosok seorang pemimpin yang mumpuni itu mutlak harus memiliki kemampuan spiritualitas yang baik, intelektualitas yang cukup sehingga integritasnya yang genap.
Artikel Terkait
Endi Cahyadi Ungkap Pentingnya Peran Media Sosial Dalam Sosialisasi Program Politik
Enok Wahidah Caleg DPRD Cianjur Dapil 1, Akan Prioritaskan Pengembangan UMKM Cianjur
Melalui Hari HAM Sedunia Kita Tolak Berbagai Bentuk Diskriminasi
Kang Fathur Tegaskan Tolak Bentuk Diskriminasi HAM
Nia Rohania Caleg DPR RI Nomor Urut 7 Dapil Jabar III Tegaskan Hari HAM Dunia Adalah Semangat Kebebasan
Kepongahan Liar Yang Membuat Kerusakan di Bumi
Bantu Pembelajaran Anak, PAC Ansor Cibeureum Gandeng PT. Global Koneksi Investama dan RARA.NET Hibahkan Wifi Gratis
Kang Asrud Caleg DPRD Cianjur Dapil 4, Melalui Parlemen Siap Membangun Cianjur Berbasis Aspirasi
Ganjar Pranowo : Dipercaya Memiliki Elektabilitas Tinggu Sebagai Capres 2024
Urgensinya Debat Capres & Cawapres Bagi Rakyat