Oleh : Satria hadi lubis
Ustadz : "Ibu-ibu percaya gak kalau saya bilang, ibu-ibu itu gak punya dosa sejak menikah...."
Ibu-ibu : "Nggaakkk ...!" (serempak jawab)
Ustadz : "Beneran lho, gimana punya dosa, kalau ibu-ibu gak nutup aurat yang ditanya Allah suaminya, bukan ibu. Kasihan gak sama suaminya?"
Ibu-ibu : "Iya pak Ustadz, kasihan..."
Ustadz : "Kalau ibu-ibu gak bisa ngaji, males sholat, yang ditanya, yang tanggung jawab di hadapan Allah ya suaminya, bukan ibu-ibu. Sayang gak sama suami?"
Ibu-ibu : "Sayaaang ....."
Baca Juga: Harga Beras Naik Nilai Partai Justru Merosot, Terpuruk Seperti Saham Di Bursa Efek Jakarta (Bag 2)
Ustadz : "Kalau anak-anaknya nakal, gak taat, gak patuh sama ayahnya, yang masuk neraka gak cuma anaknya, ayahnya juga keseret. Cinta gak sama suaminya.. bu?"
Ibu-ibu : "Cintaaaa ....."
Tiba-tiba seorang ibu nyeletuk : "Terus tugas istri apa Pak Ustadz, semua diambil suami?"
Ustadz : "Tugas istri cuma satu bu, jadi AC, pendingin suasana di rumah. Suami pulang kerja buat dia nyaman, seneng. Anak-anak pulang buat anak menjadi betah di rumah."
Iya emang ... tugas istri hanya menjadi pendingin suasana di rumahnya.
Betapa banyak rumah menjadi tak nyaman akibat istri yang pemarah, suka mengeluh, protes, curigaan, uring-uringan dan cerewet. Mungkin itu karena istri lelah dan cape mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, sehingga ekspresinya "panas". Mungkin istri lupa bahwa suami dan anak-anaknya juga cape di kantor, di sekolah atau di jalanan.
Baca Juga: Harga Beras Naik Nilai Partai Justru Merosot, Terpuruk Seperti Saham Di Bursa Efek Jakarta (Bag 1)
Artikel Terkait
Niat Umroh Berbuah Polemik, Cianjur Institute Akan Usut Dugaan "Umroh Gate" Rombongan Bupati Cianjur
Harus Dicoba, 8 Penyakit Yang Bisa Sembuh Dengan Berjalan Kaki
Asyiklah Dalam Bekerja
Kenalan di Medsos, Seorang Pelajar Jadi Korban Sodomi
Isteri Hilang
Jika Isteri Atau Suami mu Meninggal Lebih Dahulu
MATAK Desak Proses Hukum Pelaku Penganiayaan Aktivis Mahasiswa Cianjur
Pemerintah Tidak adil Terhadap Tiktok Shop (E-Commerce)
Harga Beras Naik Nilai Partai Justru Merosot, Terpuruk Seperti Saham Di Bursa Efek Jakarta (Bag 1)
Harga Beras Naik Nilai Partai Justru Merosot, Terpuruk Seperti Saham Di Bursa Efek Jakarta (Bag 2)