nasional

Awas! Bahaya Penyakit Campak Intai Anak dan Dewasa, Bisa Sebabkan Kematian

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:04 WIB
Vaksin campak-rubela pada anak dalam rangkaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Baca Juga: Perubahan Itu Sebuah Keniscayaan!

Campak disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung. Karena campak ini salah satu penyakit yang sangat menular.

Ciri-ciri Penderita

Menurut Kepala Staf Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Djatnika Setiabudi, munculnya wabah campak salah satunya dipengaruhi pandemi Covid-19.

Apa ciri-ciri dari penderita campak? Seseorang yang tertular campak akan mengalami fase gejala awal, seperti demam tinggi, batuk pilek, hingga mata merah. Fase ini merupakan fase yang paling mudah menularkan.

Penularan campak dilakukan tidak melalui sentuhan kulit, tetapi melalui percikan droplet di udara. Untuk itulah, Djatnika mendorong agar orang yang bergejala itu segera untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

Bagi anak-anak yang terkena campak, sebaiknya diam di rumah. Sehingga tidak menularkan ke orang lain. Jika anak yang sakit sudah bisa menggunakan masker, maka sebaiknya senantiasa bermasker selama masih menunjukkan gejala.

“Yang sehat juga perlu memakai masker, karena penularan campak melalui pernapasan,” jelasnya.

Dalam menghadapi KLB tersebut, lanjut Djatnika, pemerintah perlu menggiatkan surveilans epidemiologinya.

Baca Juga: Merintis Kebaya Jadi Milik Dunia

Pemerintah harus dapat menemukan populasi penularan virus dengan tujuan untuk melindungi mereka yang sehat atau belum terkena.

“Ring immunization juga bisa dilakukan. Artinya daerah yang fokus penyakitnya dipagari dengan diberikan imunisasi massal di daerah sekelilingnya,” kata Dokter Djatnika.

Oleh karena itu, Kemenkes akan melakukan penguatan surveilans campak dan rubella. Jadi kasus yang diduga campak rubella, yaitu pasien yang mengalami demam dan ruam-ruam, harus diambil spesimennya dan diperiksa di laboratorium.

Jadi penguatan surveilans dilakukan dengan segera menemukan kasus suspek campak rubella dan segera melaporkan supaya pasien dapat penanganan segera dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Satu hal, imunisasi campak diberikan bersamaan dengan vaksin rubella dalam satu kemasan vaksin Campak-Rubella (Measles-Rubella/MR).

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB