JournalNusantara.com - Entah apa yang terdapat dipikiran Pria berkaos merah ini. Ia terus dan berulang-ulang melakukan pemukulan terhadap anak di bawah umur, dan diperkirakan adalah anak kandungnya.
Hal ini seperti yang nampak dalam tulisan dan kalimat yang disampaikan dalam video viral tersebut, bahwa pelaku kekerasan adalah suaminya dan ayah dari anak-anak yang mendapatkan perlakuan kasar dari pria berkaos merah.
Baca Juga: Dalem Cikundul, Bupati Cianjur Pertama Penyebar Islam di Priangan Barat
Video yag diunggah pada pukul 07.10, Rabu (21/12) oleh akun twitter Remaja Muslim dengan nama akun @Pencerah, menampilkan tayangan kekerasan dalam sebuah rumah. Video berdurasi 1 menit inipun menyita perhatian warganet, setidaknya 3,836 views, 106 retweet, 11 quote tweet, dan 169 likes.
Dalam tayangan inipun nampak seorang istri dan anaknya tengah bercerita tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, dan ia telah melaporkannya kepada pihak berwajib.
Baca Juga: Aww...Istri Rasa Vanila Selingkuhan Rasa Manggo, Alasan Suami Berselingkuh Karena Bosan !
Berikutnya, sudah dapat ditebak, warganet membanjiri dengan komentar terhadap konten video tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh akun @mangjohan10: "Mohon kepada Bapak Kapolri @ListyoSigitP dan @DivHumas_Polri agar pelaku kekerasan tersebut segera ditangkap .." cuitnya tegas.
Selanjutnya masih dengan nada yang sama, @Kessnowandoko: "Banci kaleng ini hrs segera ditangkap.." dan @Sundakiwari1: "Harap segera dilakukan tindakan, kasihan anak2 tersebut . Nanti trauma di masa depan." tulisnya menyesalkan.
Baca Juga: Video Viral, Diduga Nikita Mirzani 'Ngamuk' Usai Jalani Persidangan di PN Serang
@al_edden: "Si istri pernah melaporkan suami ke polisi th 2016 saat itu kasus berakhir damai karena suami berjanji TDK akan melakukannya lagi & skrg kejadian berulang jika sdh dilaporkan sejak 4 BLN lalu berharap istri TDK lagi mengambil jln damai & kasus hukum tetap berjalan." jelasnya.
Diketahui melalui video tersebut bahwa pelaku kekerasan bernama Raden Indrajana Sofiandi yang merupakan matan Pejabat Eksekutif OVO.***
Sumber: Twitter.