Layaklah kita mengambil suatu konklusi bahwa jika ingin mencari manusia dengan kualitas pendidikan terburuk, manusia dengan kualitas kesehatan terendah, dan manusia dengan kemiskinan terekstrim, di Cianjur lah tempatnya. Padahal jika Bupati di Tatar Santri ini mau sedikit serius membela hak warganya, dan memiliki konsep kepemimpinan yang terarah dan terukur, tidak ada alasan Cianjur menjadi Kabupaten dengan capaian IPM terburuk di Jawa Barat. Pasalnya, Cianjur dekat dengan akses dua kota besar Jakarta dan Bandung. Lantas Cianjurpun dari sisi demografis memiliki SDM yang melimpah, serta SDA yang kaya terbentang dari ujung utara Cikalong Kulon hingga ujung selatan Pantai Cidaun.
Menjadi keheranan dalam benak penulis, mengapa IPM Cianjur terus terpuruk dan sulit mengungguli kabupaten/ kota lainnya di Jabar?. Jawabannya simpel saja, karena rendahnya kualitas kepemimpinan Bupati dan tidak jelasnya arah pembangunan yang digagas, sehingga berpotensi memunculkan ragam persoalan baru yang sulit untuk diurai dan dicari jalan ke luarnya. Bupati termakan janji kampanyenya sendiri, dan gamang atas beragam persoalan yang tak kunjung usai. Tepatlah jika dalam beberapa kesempatan diskusi disebutkan bahwa hasil evaluasi kinerja Bupati Cianjur saat ini adalah “Raport Merah yang Tak Terbantah”.
Jika pun demikian kondisinya, lekaslah berbenah diri meski waktu sudah tak lagi mau kompromi, atau sekiranya sudah tidak sanggup lagi menakhodai 2,5 juta Rakyat Cianjur, mundur dari jabatan adalah keputusan bijaksana dan berikanlah kesempatan kepada yang lain yang jelas kapasitas, kompetensi, dan integritasnya sebagai Pemimpin di Tatar Wiratanu Datar ini.
Kegamangan Bupati Cianjur pun nampak jelas dengan tidak lagi harmonisnya relasi Bupati dan Wakil Bupati di ruang publik. Peran TB. Mulyana selaku Wakil Bupati terkesan dilemahkan, dihilangkan dan dikerdilkan, dan akan menjadi persoalan tersendiri nantinya secara politik. Ini merupakan preseden buruk dalam pengelolaan Cianjur ke depan. “Maju Jurang Mundur Jungkrang” jangan sampai peribahasa buhun ini menjadi kenyataan agar Cianjur tidak terpuruk untuk yang kedua kalinya. ***
Disarikan dari berbagai sumber/ referensi.
Penulis saat ini bergiat di KOMNASDIK Jawa Barat, Dewan Pembina KORNAS Jokowi Jawa Barat, dan Pengurus LTN-NU Jawa Barat.