JournalNusantara.com – Dalam rangka melestarikan varietas padi pandanwangi, Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C) terus melakukan terobosan dan program berkala dengan menggaet tenaga ahli dan lembaga pendidikan.
Baca Juga: Kepala Desa Harus Pro Aktif Kawal Pembuatan Sertifikat PTSL Warga Yang Belum Selesai
Ketua MP3C Ahmah Nur Rizal saat dihubungi JournalNusantara.com mengungkapkan bahwa MP3C merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dalam menjaga kelestarian padi pandanwangi.
“Tidak semua sawah di Cianjur bisa ditanami padi pandanwangi. Karena pandanwangi memiliki karakteristik khusus sehingga perlu penelitian khusus yang mencakup unsur hara tanah, zona saluran air, formula pupuk dan sebagainya.” Ujar Rizal.
Baca Juga: Beredar Isu, Anies Baswedan Segera Jadi Tersangka KPK, Netizen: JKW Itu Manusia Pengecut !
“Padi Pandanwangi usia panennya 6 bulan, bila tak dirawat khusus bisa menyebabkan gagal panen atau target volume panen tidak sesuai sehingga biaya tanam membengkak. Oleh sebab itu harganya pun berbeda dengan padi biasa”. Tambahnya.
Baca Juga: Panwascam Pagelaran Helat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Tingkat Kecamatan
“MP3C terus melakukan penelitian, kajian, kerjasama dengan tenaga ahli pandanwangi, Gapoktan, Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana dan lembaga lain. Dengan bergabungnya pihak berkompeten, kami optimis padi pandanwangi bisa terus dilestarikan”. Pungkasnya.***