JournalNusantara.com - Pemilihan Legislatif yang akan digelar 2024 mendatang menjadi moment penting maju mundurnya demokrasi Indonesia. Para caleg calon penghuni gedung rakyat tersebut akan menjadi penyambung aspirasi masyarakat yang ada di daerah.
Kabupaten Cianjur yang saat ini masih merangkak keluar dari raport merah Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) rupanya menjadi sorotan salahsatu calon legislatif DRP RI dari Partai Demokrat Idan Ramdan.
Baca Juga: PT. PLN (Persero) Manjakan Pelanggan Dengan Aplikasi PLN Mobile
Putra daerah Cianjur itu berpandangan bahwa IPM Cianjur bisa naik apabila faktor pendorongnya terus dibangun.
"Indeks Pembangunan Masyarkat (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR)." Tutur nya.
"IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pendidikan atau Pengetahuan dan standar hidup layak. IPM menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara".
Idan menambahkan "Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Keberpihakan anggaran untuk pendidikan, perekonomian masyarakat menjadi kewajiban yang harus di kawal dan diperjuangkan oleh para wakil rakyat"
Baca Juga: Perwakilan Korban Arisan dan Investasi Bodong di Cianjur Mengadu ke Kantor Hukum Karnaen
Oleh sebab itu Idan Ramdan bertekad apabila ditakdirkan terpilih dan maju ke senayan akan fokus membangun IPM Canjur melalui sektor pendidikan. Kepala Daerah dan lembaga terkait harus terus dipacu agar optimalisasi dunia pendidikan Cianjur dapat terwujud". Ujar nya.***