journalNusantara.com - Berdasarkan pengalaman selama ini, jemaah haji asal Jawa Barat banyak didominasi jemaah lansia yang tentunya memiliki tingkat kerawanan dari segi kesehatan dan ketahanan tubuh. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Jawa Barat mempersiapkan strategi guna mengantisipasi kerawanan yang bisa terjadi kapan saja.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, saat ini Calhaj yang akan diberangkatkan dari Jawa Barat didominasi jemaah lansia.
Baca Juga: Antisipasi Ijazah Palsu, Bawaslu Semarang Focus Awasi Ijazah Para Caleg
"Kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena 2020 tidak ada keberangkatan, 2021 juga tidak ada keberangkatan, lalu 2022 dibatasi keberangkatannya di bawah umur 65 tahun dan pada saat tahun 2023 ini dibuka sesuai kondisi normal maka terjadi lah seperti itu," kata Dedi dalam acara diskusi Gaspol IV bertajuk 'Pemerintah Teratur, Ibadah Haji Tahun 2023 Insha Allah Mabrur.
"Ada petugas pelayanan umum, ada petugas ibadah dan ada juga petugas kesehatan nah kita perbanyak petugas kesehatan sampai orang yang daftar online tiap daerah itu hampir full semuanya diterima karena kita memang membutuhkan kondisi disana," ungkapnya.
Baca Juga: Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2024 Dikhawatirkan Akan Turun Drastis
Di sisi lain, pihaknya juga menyinggung soal kesiapan Bandara Kerjajati yang menjadi tempat pemberangkatan ibadah haji tahun 2023.
Diakui Dedi, Bandara Kertajati memiliki beberapa kekurangan fasilitas penunjang, seperti, kurangnya jumlah ruang tunggu dan tempat charger handphone.
"Ruang tunggu saya berharap ditambah kursi kursinya karena tadi mengingat kondisinya banyak lansia terus juga mengupdate kondisi di hari ini bahwasannya sambil menunggu itu orang mencari colokan charger," imbuhnya.
"Makanya saya minta kemarin itu BIJB untuk menambah fasilitas itu termasuk juga progres pembangunan pasca peristiwa angin puting beliung, mudah mudahan cepat selesai. Karena waktu itu targetnya 3 Mei semuanya harus selesai," tambahnya.
Baca Juga: Imbas Dampingi Kegiatan Prabowo Subianto, Megawati Beri Pesan Khusus Untuk Gibran
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam mengatakan, ibadah haji tahun 2023 mengusung tagline 'Haji Berkeadilan dan Ramah Lansia' ini, tidak lepas dari usaha untuk meningkatkan pelayanan.
"Maka dari tagline tersebut, di Jawa Barat ini untuk memberikan rasa keadilan dan pemerataan waitinglist di setiap kabupaten/kota maka di Jawa Barat ini memberlakukan kuota provinsi kabupaten/kota," ucap Azam.
"Sehingga di setiap kabupaten kota waitinglistnya tidak ada yang beda karena kami menggunakan rumus jumlah pendaftar dan jumlah waitinglist dikoordinasikan kemudian keluarlah rumusan jumlah kuota masing2 kabupaten/kota," sambungnya.