“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal,” tulisnya saat itu.
Sebelum hilang kabar, Femas diketahui berpamitan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah kawasan perbelanjaan tanpa rombongan.
Ia mengaku ingin membeli sepatu, namun setelahnya tidak bisa dihubungi.
“Sampai malam itu, beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon, tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar,” tukasnya.
Pencarian juga dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir Femas hingga membuat laporan ke pihak berwenang.
*