nasional

Waspada Meluasnya Banjir Rob, Ancaman Nyata di Pesisir Nusantara

Sabtu, 1 November 2025 | 04:00 WIB
Strategi adaptasi ekstrem berbasis manajemen risiko dalam kerangka ilmu pengetahuan dan lingkungan perlu dilakukan mereespon penanganan banjir rob di Semarang khususnya daerah Kaligawe. (suaramerdeka.com/Dok)

Journalnusantara.com - Banjir rob, fenomena naiknya air laut ke daratan saat air pasang maksimum, telah menjadi ancaman tahunan yang semakin mengkhawatirkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Dahulu dianggap sebagai kejadian musiman, kini rob cenderung terjadi lebih sering dan dengan cakupan yang meluas, merendam permukiman, infrastruktur, dan mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemicu utama meluasnya rob tidak hanya dipengaruhi oleh siklus pasang surut air laut atau fenomena astronomis seperti bulan purnama dan Super New Moon, tetapi juga diperparah oleh dampak perubahan iklim global—kenaikan permukaan air laut—serta penurunan muka tanah yang signifikan di banyak kota pesisir. Kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia ini menciptakan kerentanan ganda bagi wilayah yang terletak dekat dengan pantai.

Dampak yang ditimbulkan sangat luas, mulai dari kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum karena intrusi air asin yang korosif, hingga gangguan kesehatan berupa penyakit kulit dan diare akibat sanitasi yang buruk. Mobilitas warga terhambat, bahkan aktivitas ekonomi seperti perdagangan dan pekerjaan nelayan turut terganggu. Dalam jangka panjang, rob mengancam mata pencaharian dan bisa memicu perubahan struktur sosial masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall, normalisasi sungai, dan peninggian jalan merupakan langkah infrastruktur yang penting. Namun, kesiapsiagaan mandiri masyarakat juga krusial. Warga pesisir diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi peringatan dini banjir rob dari BMKG, mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, serta mengamankan diri dan keluarga ke lokasi yang lebih aman saat air mulai naik. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana ini.

Tags

Terkini