Journalnusantara.com, Bandung - Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP IKA) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Periode 2025-2030 menggelar Rapat Kerja (Raker) di Gedung Bodas, Kampus II UIN SGD Bandung.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendorong transformasi sosial serta partisipasi dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Raker dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Tedi Priatna, M.Ag, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. Dudang Gojali, M.Ag, serta Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. Yudi Darmalaksana, M.Ag.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IKA UIN SGD Bandung, Drs. H. Cucu Sutara, MM, menekankan pentingnya optimalisasi peran alumni sebagai agen transformasi sosial.
“Alumni memiliki potensi besar dalam membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Dengan membangun sinergi lintas sektor, kita bisa memperkuat kontribusi alumni terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.
Dalam raker kali ini juga menghadirkan Dr. Burhanuddin Abadullah, MA, Ketua Tim Pakar dan Inisiator Danantara, sebagai keynote speaker.
Ia mengulas tema “Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”, di mana Burhanuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan inklusif.
Komitmen nyata PP IKA UIN SGD Bandung terhadap kerja sama strategis juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra.
Mitra-mitra tersebut meliputi Kementerian Perlindungan Migran Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat, LPK Bintang Pertiwi Mandiri, LPK Hinode Abadi Indonesia, DPP ASPERAPI, serta Forum PLKP.
Ketua panitia pelaksana, Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., M.E.Sy., didampingi Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., menyampaikan optimisme bahwa Raker ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi alumni serta membangun IKA UIN SGD Bandung yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing.
“Ke depan, kami ingin menghadirkan IKA sebagai kekuatan yang relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045 sebagaimana yang diharapkan oleh Ketua Umum dan mayoritas pengurusnya,” pungkas Dr. Dudy.