Tantangan:
• Bahasa kuno yang sulit dipahami.
• Kondisi sumber yang rapuh karena usia.
• Akses terbatas ke sumber tertentu.
2. Kritik/Verifikasi
Pada tahap ini, sumber diuji keaslian dan kredibilitasnya melalui:
• Kritik Eksternal: Menguji bahan, penanggalan, dan autentisitas sumber.
• Kritik Internal: Menilai isi dan konteks sumber, seperti kredibilitas informan.
3. Interpretasi
Fakta sejarah dianalisis dan ditafsirkan dengan menghubungkan berbagai data. Peneliti harus tetap objektif, meskipun sedikit subjektivitas yang rasional kadang diperlukan.
4. Historiografi
Tahap akhir adalah penulisan sejarah berdasarkan fakta yang telah ditemukan, dianalisis, dan diverifikasi. Kaidah penulisan yang jelas dan konsisten harus diterapkan agar hasilnya ilmiah dan menarik.
Mengapa Penting Meneliti Prasasti?
Prasasti merupakan salah satu pintu masuk untuk memahami peradaban kuno, undang-undang kerajaan, hingga sistem sosial masyarakat masa lampau. Dalam konteks historiografi, prasasti biasanya masuk kategori tradisional, karena merupakan bagian dari dokumen peninggalan kerajaan nusantara.
Bagi generasi milenial yang telah diajarkan materi sejarah sejak sekolah, memahami prasasti mungkin tidak terlalu sulit. Namun, penelitian prasasti tetap membutuhkan pendekatan ilmiah dan ketelitian tinggi.
Penemuan batu bertulis di Galunggung ini menjadi pelajaran penting bahwa tidak semua benda bertulis otomatis merupakan warisan kuno. Proses verifikasi ilmiah harus dilakukan untuk memisahkan antara fakta sejarah dan mitos modern.