nasional

Strategi Keseimbangan dalam Merancang Prestasi dan Merespon Aksi

Jumat, 27 Desember 2024 | 19:50 WIB
Ilustrasi prestasi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

*Kurangnya Tawakal*: Tidak meyakini bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Allah.

*Minimnya Pengetahuan:*
Ketidaktahuan tentang cara menghadapi situasi tertentu.

*Tekanan Sosial:*
Desakan atau tekanan dari lingkungan sekitar.

Allah mengingatkan:
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا ۝ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah." (QS. Al-Ma’arij: 19-20)

Ayat ini menjelaskan sifat dasar manusia yang cenderung panik ketika menghadapi kesulitan, kecuali mereka yang memiliki keimanan yang kuat.

*Bahaya Panik bagi Individu dan Sosial*

*Bahaya bagi Individu:*

*Kehilangan Kendali:*
Kepanikan membuat individu tidak mampu mengontrol diri, yang dapat berujung pada tindakan destruktif.

*Gangguan Psikologis:*
Kepanikan berkepanjangan dapat memicu stres, kecemasan, atau depresi.

*Kerugian Materiil:*
Tindakan impulsif akibat panik sering kali berujung pada kerugian finansial.

*Bahaya bagi Sosial:*

*Kekacauan Kolektif:*
Kepanikan dapat menyebar ke masyarakat luas, menciptakan ketidakstabilan sosial.

*Meningkatkan Konflik:*
Panik sering kali memicu tindakan agresif yang berujung pada perselisihan.

*Menghambat Solusi:*
Dalam situasi panik, masyarakat cenderung sulit bekerja sama untuk mencari solusi.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:
لَا تَجْزَعْ فَإِنَّ الْجَزَعَ يَزِيدُ الْبَلَاءَ وَلَا يَحُلُّهُ
"Jangan panik, karena panik hanya akan menambah musibah dan tidak menyelesaikannya."

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB