عن أنس رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
« إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ شُفِّعْتُ ، فَقُلْتُ يَا رَبِّ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ خَرْدَلَةٌ . فَيَدْخُلُونَ ، ثُمَّ أَقُولُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ أَدْنَى شَىْءٍ » . فَقَالَ أَنَسٌ كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَى أَصَابِعِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم –
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : “Pada hari kiamat, aku diberi syafa’at. Aku berkata, “Wahai Rabbku, masukkanlah dalam surga orang yang masih punya iman sebesar biji sawi.”
Mereka memasukinya. Aku pun berkata, “Masukkanlah dalam surga orang yang masih punya iman walau rendah.” Anas berkata, “Seakan-akan aku melihat (isyarat) pada jari-jemari Rasulullah ﷺ.” (HR. Bukhari no. 7509)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1️⃣ Riwayat yang ada menunjukkan bahwa Nabi itu hadir kala pemberian syafa’at, karena didukung dengan pernyataan mendengar dan melihat dalam hadits.
2️⃣ Boleh adanya pengajaran dengan pemberian isyarat sebagaimana isyarat Nabi ﷺ dengan jari-jemari.
3️⃣ Begitu mengerikan keadaan pada hari kiamat.
4️⃣ Kemarahan Allah ﷻ pada hari kiamat begitu dahsyat, yang tidak didapati kemarahan-Nya sebelumnya atau sesudahnya seperti itu.
5️⃣ Yang meminta syafa’at kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah orang-orang beriman.
6️⃣ Sebab selamat dan keluar dari neraka adalah tauhid dan iman.
7️⃣ Keutamaan kalimat tauhid laa ilaaha illallah. Menjadi sebab tidak kekal didalam neraka.
*Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran* :
1- Nabi ﷺ tidaklah memberikan syafa’at sampai beliau mendapatkan izin dari Alloh.
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ