Alwi Novi

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 04:51 WIB

Oleh: Dahlan Iskan

- Apa ini?

+ Ini api.

Itulah dimulainya pelajaran bahasa untuk pelajar jurusan bahasa Indonesia di Tiongkok.

Dengan dialog empat kata itu mereka pun mengenal ada dua jenis huruf dalam 印尼文: huruf hidup dan huruf mati.

Harus tahu dulu itu.

Tidak semua huruf itu hidup dan tidak semuanya mati. Hidup dan mati harus dikombinasi agar bisa berbunyi.

Sebelumnya, dosen bahasa Indonesia di sana, Alwi Arifin , memperkenalkan apa saja huruf yang disebut huruf mati: p,b,m,n. Itu dulu. Lalu apa saja yang disebut huruf hidup: a,i,e,o,u.

Masih ada satu huruf hidup lagi yang diperkenalkan oleh Alwi ke mereka: e dengan coret miring di atas. Itu untuk membedakan "e" untuk "enak" dan "e" untuk ¬–"entar" dulu saya pikir contohnya. "Entah" kenapa sulit dapat contohnya.

Alwi, Anda sudah tahu : alumnus pesantren Nurul Jadid , Paiton , Probolinggo .

Ia kuliah S-1 dan S-2 di Xiamen , provinsi Fujian . Alwi satu almamater dengan Novi Basuki, redaktur rubrik Cheng Yu di Harian Disway , Surabaya. Sejak Nurul Jadid sampai Xiamen.

Bedanya Novi masih melanjutkan gelar doktor di Guangzhou. Alwi langsung menerima tawaran bekerja di sana. Ia diminta menjadi guru bahasa Indonesia di kota Fuqing, tiga jam naik mobil di utara Xiamen.

Sudah dua tahun Alwi mengajar di Fujian Polytechnic Normal University . Semacam IKIP di Indonesia. Itu satu-satunya perguruan tinggi di Fujian yang punya jurusan bahasa Indonesia.

Ini tahun kedua Alwi jadi dosen. Hampir genap dua tahun. Sampai tidak sempat pulang untuk, misalnya, kawin. Dia jomblo ting-ting. Belum punya calon. Umur 28 tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB
X