nasional

Potret Keakraban TNI dan Warga Keerom Papua dari Masak hingga Makan Bersama

Selasa, 6 Agustus 2024 | 08:00 WIB

Journalnusantara.com - Guna lebih meningkatkan keakraban serta sebagai wujud implemetasi pembinaan teritorial di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) - Papua Nugini (PNG), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Pos Towe Hitam Satgas Yonif 310/KK mengunjungi dapur warga untuk masak dan makan bersama.

Potret keakraban tersebut nampak terlihat dan berlangsung di rumah Didimus Kelaimi (40), salah satu warga Kampung Towe Hitam, Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Dansatgas Yonif 310/KK, Letkol Inf Andrik Fachrizal menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, hari Senin (05/08/2024).

Dikatakan Dansatgas, bahwa kegiatan masuk dapur warga tersebut dilaksanakan guna lebih meningkatkan keakraban antara warga dengan personil Satgas dalam rangka pembinaan teritorial di wilayah perbatasan.

"Kehadiran personil Satgas di tengah warga masyarakat harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami mencoba masuk dapur warga untuk masak bersama mereka," ujarnya menjelaskan.

Menurut Letkol Inf Andrik Fachrizal, tujuan dari program Satgas Pamtas masuk dapur, disamping merupakan pelaksanaan tugas pokok pembinaan teritorial (Binter), juga diharapkan personil Satgas bisa lebih dekat.

"Selain itu juga bisa menyelami kehidupan masyarakat, mampu mengetahui kondisi secara langsung masyarakat, dan juga bisa merasakan bagaimana kesulitan mereka," terangnya.

Pada kesempatan itu, Danpos (Komandan Pos) Towe Hitam, Letda Inf Andri Budi Purwanto, S.Tr,Han., bersama 8 anggotanya dalam patroli simpatiknya menyempatkan untuk berkunjung ke rumah Didimus Kelaimi (40).

"Kami dari Personil Satgas memang sengaja membawa bahan-bahan pokok untuk dimasak dan makan bersama di rumah Didimus Kelaimi," imbuhnya.

Lanjutnya, Didimus Kelaimi (40) tinggal dengan istri dan 4 orang anaknya di rumah yang sangat sederhana, sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berkebun dan berburu.

"Hal inilah yang tentunya mendasari personil Satgas untuk membantu kesulitan ekonomi yang dihadapi Didimus," tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap tercipta keakraban yang lebih erat selayaknya sebuah ikatan keluarga sehingga keberadaan kami merupakan bagian keluarga mereka.

"Mari bersama-sama membantu saudara kita yang membutuhkan," timpal Letkol Inf Andrik Fachrizal menutup penyampaian.

Tags

Terkini