nasional

Saatnya Bea Cukai Berbenah Diri, Pejabatnya Berkaca Diri !

Senin, 13 Mei 2024 | 13:44 WIB
Potret Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendi Hutahaean. (beacukai.go.id)

JournalNusantara.com - Kinerja pejabat dan karyawan Bea CUkai kini tengah menjadi sorotan. Ini dikarenakan banyaknya diantara karyawan Bea Cukai yang hidup mewah dan mencolok di tengah masyarakat. Harapan masyarakat di Republik ini kinerja Bea Cukai dapat selaras dengan regulasi yang ada. Namun faktanya terbalik, dan sungguh ironi. 

Dalam hal ini, akun linimasa twitter atasnama pemilik akun @Leonita_Lestari menyatakan tulisannya dengan narasi "Kenalan Orang Dalam". 
 
KENALAN ORANG DALAM . . . Ekspektasi kita pada kinerja Bea Cukai tiba - tiba begitu membumbung. Tiba - tiba kita ingin lembaga itu sebersih surga tanpa cela. Bahkan ketika debu tak terlihat tapi suara batuk terdengar di dalam sana, kita merasa punya pasal untuk ikut membicarakannya. 
 
Percayalah, sehebat apapun marah kita, Bea cukai tak mungkin bisa menjadi sebersih itu. Pun semua lembaga yang kita pikir paling bersih di negara manapun tetap mustahil bisa. Ada manusia di sana. Ada selalu kepentingan orang penting dan dipentingkan memiliki privilege yang tak boleh diganggu karena satu dan lain alasan. Itulah realitas kita.
 
Kenapa kita tak bicara pengawalan banyak orang merasa penting, dipentingkan dan memang orang penting yang sangat mengganggu kita di tengah kemacetan luar biasa di jalanan kita?
Strobo berisik dan menyilaukan mata itu entah bagaimana caranya dipasang dan digunakan orang - orang tertentu dan tidak pernah ditindak padahal itu jelas - jelas melanggar hukum. Kita bisa beli itu dan maka kita diam tak bicara.
 
Pun kita tidak ambil pusing pada urusan di pintu masuk bandara dimana korek api kita selalu dirampas namun ketika kita sudah di dalam RUANG TUNGGU airport MUDAH bagi kita untuk membelinya lagi. Kita tak marah karena kita bukan perokok dan maka kita tak melihat keanehan aturan itu.
 
Tapi apapun itu, kritik pada bea cukai pantas untuk terus kita gaungkan demi lembaga itu makin baik. Bukan sekedar marah demi menyudutkan belaka. Ada asap maka pasti pernah ada api. Ada di suatu saat dulu para pejabatnya memang nakal dan suka - suka plus arogan yang kini HARUS diperbaiki.
 
Denda besar terhadap para penyelundup pajak perlu didampingi dengan tindakan terukur kepada pejabat dan aparaturnya yang pernah membuat lembaga itu menjadi buruk dimata publik. Dari kita sendiri, mau gak kita terlibat positif dengan tidak menjadi konsumen keserakahan hanya karena merasa punya KENALAN ORANG DALAM?.
 
Menyikapi postingan ini, beragam komentarpun berdatangan ke kolom akun penggunggah. seperti halnya akun @papuahitamq: "BC emang banyak berbenah selama ini. banyak yg kena dampaknya, baik pmain langsung ataupun backingnya semua trdampak. Kita perlu mngawal BC soal pelayanan dan integritas, jgn sampe kendor lagi. Btw tidak semua BC memang bersih, bgitupun masyarakat juga tdk semua pemain impor/ekspor, yuks jadikan momen2 ini untuk lbh berbenah ke arah yg lebih baik lagi." tulisnya. 
 
Selanjutnya komentar akun @IvanCichlids: "Btul sy setuju mbak, sy pun korban dr kesalahan ptugas BC analis ekspor. Brg sy dah tertahan disana mau seminggu, disegel. Akhirnya pgajuan pmbatalan, itupun lama smp skrg ngegantung. Tp sy tdk mncak2 mereka karena sy ngerti bhw mrk tdk tau tp memaksakan diri. Di reel sy story ny." pungkasnya. ***
 
Sumber:Twitter
 

Tags

Terkini