nasional

Akhirnya...Pelaku Penembakan Danramil di Papua Tertangkap, Warganet: Tembak Mati Saja !

Senin, 13 Mei 2024 | 13:09 WIB
Tiba di Timika, KKB Pembunuh Danramil Aradide Mengakui Hal Ini, Pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2024 tersangka an. Anan Nawipa di kawal oleh personil Satgas Damai Cartenz dari Nabire menuju Posko Timika. (Humas)

JournalNusantara.com - Masih ingat dengan kasus penembakan Danramil di Papua beberapa waktu lalu ?. Kini beredar informasi bahwa si penembak yang merupakan anggota OPM sudah ditangkap. 

Hal ini seperti yang diposting oleh akun @RadioElshinta di linimasa Twitter. Dalam postingannya ia menuliskan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap Anan Nawipa (32), anggota organisasi papua merdeka (OPM) yang diduga membunuh Danramil 1703-4/Aradide Lettu Oktovianus Sogalrey.

Anan ditangkap di Paniai, Papua Tengah. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno, menyebut Anan tertangkap saat membawa kabur ponsel milik Oktovianus. Dari tangan Anan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam dengan kartu SIM milik korban, satu buah parang, satu set kunci L, satu buku rekening BRI, dan satu tas pinggang warna biru-hitam.

Saat ini polisi masih mendalami peran Anan dalam kasus ini. Selain itu polisi juga tengah memburu tiga terduga pelaku lainnya yang masih buron. Sebelumnya Oktovianus ditemukan tak bernyawa akibat luka tembak di daerah Pasir Putih, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Kamis (11/4).

Korban diduga tewas ditembak OPM pada Rabu sore (10/4). Jenazah korban lalu dibawa ke RSUD Paniai. Video penembakan Oktovinus sempat beredar di media sosial. Dalam video itu terlihat Oktovianus yang mengendarai motor di jalanan yang berbatu tiba-tiba ditembak dari arah belakang.

Tampang Anan Nawipa, anggota KKB yang diduga bunuh Danramil Aradide. (Kolase instagram/ @jurnalmiliter)

Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Anan Nawipa mengungkap motif kelompoknya membunuh Danramil 1703-4/Aradide Paniai Lettu (Anumerta) Oktovianus Sogalrey. Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, tersangka Anan Nawipa mengakui kelompoknya yang melakukan pembunuhan Danramil 1703-4/Aradide Lettu (Anumerta) Oktovianus Sogalrey.

"Anan Nawipa mengakui kelompoknya lah yang melakukan pembunuhan terhadap Danramil 1703-4/Aradide, karena mereka sangat membenci anggota TNI-Polri," kata Faizal di Timika, Minggu. Anan merupakan anggota KKB pimpinan Osea Satu Boma. Selain Anan, aparat masih memburu KKB lainnya di kelompok tersebut. Setidaknya lima di antaranya telah teridentifikasi dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Total ada tujuh pelaku dari KKB tersebut, yaitu Osea Satu Boma, Jemi alias Yegetaka Degei, Yakob Bonai alias Bonai Bon, Yakobus Nawipa, Kleibou NawipaAnan Nawipa, dan UKM," ungkap Faizal. Sebelum terlibat pembunuhan Danramil Aradide, Anan Nawipa merupakan DPO Polres Nabire dalam kasus pencurian kendaraan bermotor dan penjambretan. "Tersangka kerap melakukan kejahatan yaitu kasus curanmor 12 sepeda motor dan penjambretan 2 kasus.

Anan Nawipa pernah ditangkap oleh Polres Nabire namun berhasil melarikan diri," kata Faizal. Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno mengungkap, Anan Nawipa ternyata mengenal baik korban Lettu (Anumerta) Oktovianus Sogalrey.

"Karena tersangka ini sering dikasih sembako oleh korban untuk keluarganya yang tinggal di Kampung Ekadide," ungkap Bayu. Bayu menyayangkan Anan Nawipa begitu tega terlibat dalam pembunuhan terhadap korban.

Menyikapi twittan akun pengunggah, ragam komentarpun bermunculan, diantaranya komentar dari akun @NoWolu: "Air Susu dibalas Air Tuba, begitulah Otak Kriminal, bukannya tersadar oleh kebaikan tetapi justru kebaikan dianggap penghinaan oleh mereka, Na'udzubillah Minzalikh." tulisnya. Lantas komentar dari akun @budi_sam12009: "Tembak mati saja...biar dikit2 berkurang trus kubur diam2...." pungkasnya. ***

Sumber: Twitter

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB