JournalNusantara.com - Tegas dengan sikapnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menolak bantuan kemanusiaan dari McDonald's Indonesia senilai Rp 1 Miliar untuk Palestina. Pasalnya, donasi tersebut banyak menuai kritik dari masyarakat Indoensia karena restoran siap saji tersebut terafiliasi dengan Israel. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum pada Minggu (07/04).
Hal ini seperti yang dikutip dari cuitan @RadioElshinta beberapam waktu lalu. Sikap BAZNAS ini mengundang beragam komentar dari warganet, satu diantaranya adalah akun @AhmadGozali: "Mestinya sih tidak membatasi sumber bantuan, karena dana non-halal (riba) saja bisa diterima dengan mekanisme tertentu. Baiknya tetap terima donasi, tapi yang dibatasi adalah publikasinya. Tanpa publikasi apapun, tetap terima & salurkan. Karena yang dicari oleh M*D adlh publikasi." tulisnya. Selanjutnya komentar akun @man_tan_x: Mending mekdi kasih sumbangan ke karyawannya sendiri aja.. Soalnya bnyk yg protes kl mekdi diboikot, gimana karyawannya? Nah disitulah peran bantuan kemanusiaan mekdi." usulnya.
Masih dengan nada yang sama, @ojo_difollow: "Sudah benar. Baznas adalah badan-organisasi, palagi singkatannya Badan Amil Zakat, ga boleh nerima kiriman/bantuan yg terindikasi atau kemungkinan disusupi kepentingan. Sebaiknya, McDonald kalo pingin zakat/nyumbang lgsg bagi²kan ke mustahiq saja, malah bagus atas nama sendiri." tambahnya lagi. Lanjut dengan komentar @d_for_duragon: " ok tolol sih Kan gak hubungannya mcd cabang sini sama cabang sana Badan usahanya aja beda disini mah pt rekso something something disana ya beda pt sumber dananya juga beda2." tuturnya jelas.***
Sumber : Twitter