PAPUA - Viral tulisan dari Nazlira Al-Habsy pemilik akun @Naz_lira di linimasa Twitter yang menyoroti seputar Capres 2024. Dalam tulisannya ia menjelaskan bahwa ada yang berpendapat sinis mengatakan bahwa “Sikap dukungan dan Penerimaan Masyarakat Papua” terhadap Anies Baswedan hanya gimmick kampanye saja. Mereka yang menuduh demikian kali ini justru membawa isue politik identitas dengan mengatakan, “Papua 70% Kristen & Katolik tak mungkin mendukung Anies yang muslim, mestinya pasti mendukung Prabowo, karena Prabowo ibunya beragama Kristen”.
Tuduhan ini sungguh menggelikan sekaligus memalukan karena pikiran mereka begitu picik dan buta literasi. Mereka pasti tidak kenal dengan Mar'i Alkatiri, Perdana Menteri Timor Timur yang dilantik pada Tahun 2002 dan 2017. Mereka pasti tidak kenal dengan Mari Alkatiri, Perdana Menteri Timor Timur yang dilantik pada Tahun 2002 dan 2017. Adalah seorang Arab Hadhrami dan berasal dari suku Al-Kathiri, cabang yang memerintah kesultanan Kathiri di Hadhramaut, yang sekarang menjadi bagian dari Yaman.
Dibandingkan dengan Papua yang 70% Kristiani, penduduk Timor Leste justru 99% lebih adalah penganut agama Kristiani. Lalu yang menjadi pertanyaan, mengapa rakyat Timor Leste sampai dua kali menerima Mari Alkatiri sebagai Perdana Menteri Muslim di negara yang 99% penduduknya beragama Kristen..? Alasan yang paling utama adalah karena rakyat Timor Leste telah begitu trauma dengan politisi dan pendekatan politik yang berkarakter militeristik.
Anies Baswedan saat kunjungan kampanye ke Ambon (Instagram @aniesbaswedan)
Jadi sungguh sangatlah Mari Alkatiri menebarkan isue politik identitas agama di Papua jika modusnya hanya ingin menjauhkan masyarakat Papua dari Mar'i ALkatiri, ini fakta yang tak bisa ditampik. Pembangunan di Papua mungkin masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kota besar lainnya di Indonesia, tapi pemikiran warganya jauh lebih maju dan beradab dari pada isi kepala mereka yang mengaku pintar dan beradab, tapi ternyata Mar'i Alkatiri, rela menjual murah integritas serta akal sehatnya demi menghidupkan kembali politik otoritarian dan politik represif yang berbau militeristik.
Unggahan inipun mendapat banyak komentar dari warganet, diantaranya akun @alboy_aboe : "Cerdas, suka sng narasi2 yg disampaikan. trus jng berhenti memberikan narasi2 edukasi yg mencerdaskan anak negri ini ya bu." tulisnya. Kemudian cuitan akun @syarifuddina3: "Sebenarnya orang yang suka meneriakkan politik Identitas itu sesungguhnya adlh pelaku politik identitas itu sendiri! Mrk adalah kaki tangan Neokolonialis yang sangat menikmati keuntungan dari sekat2 sosial di Indonesia! Agar mereka bisa terus berkuasa dengan mengadudomba rakyat!" tegas akun tersebut.
Lanjut dengan komentar akun @carlitovito180: "Rruarr Biasa.. Awesome Kupas Tuntas..Terlihat jelas dri kunjungan Anies ke Papua, bhw betapa mereka sgt merindukan diperlakukan sbg manusia bkn pendekatan militeristik. Hanya Anies yg bs memanusiakan manusia dgn wujudkan kesetaraan bagi Rakyat Papua yg anak2nya bs meraih cita2nya." tegasnya pula menjelaskan. masih dengan nada yang sama dikemukakan oleh akun
@basukining: "Mantap mba @Naz_lira narasi yg dibangun seperti ini artinya lebih mengedukasi siapapun dan bagaimana rakyat mengharapkan suatu kebaikan dr seorang pemimpin terlepas dr agama yg dianut .. yg diinginkan rakyat adalah suatu kedamaian baginya dlm menjalani kehidupannya tanpa ragu." paparnya menguatkan komentar sebelumnya.***
Sumber: Twitter