Saat ditanya dari institusi mana oknum-oknum militer yang jadi perantara OP itu berasal, Ketut mengaku dirinya belum bisa mengungkapnya.
"Saya tidak bisa sebutkan detailnya apakah instansinya seperti apa, tapi yang jelas salah satu instansi yang membawa para korban ini merupakan oknum dari instansi kemiliteran," jelasnya.
Di sisi lain, para korban berharap kepolisian bisa mengusut dan proses hukum laporan ini, agar nama instansi-instansi yang dicatut tidak tercoreng.
Terlebih, sekaligus meminta uang korban dikembalikan hingga terduga pelaku dapat diproses hukum.
"Harapan saya selaku tim dan kuasa hukum berharap teman-teman kepolisian juga dapat turut serta membantu terkait prosedur ini dan juga laporan ini," jelas Ketut.
"Yang diinginkan para korban uang kembali dan juga hukuman untuk pelaku juga dapat dilaksanakan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Yuk Dukung Bulan Lestari di Ajang Miss Grand Indonesia 2026
Mutiara Pagi: Lapangkan Hati (Bagian 2296)
Polres Cianjur Salurkan Air Bersih dan Pengobatan Gratis di Cibeber
AWC Polres Cianjur Salurkan Bantuan Air Bersih di Nanggeleng
Warga Nanggeleng Cibeber Terima Bantuan Air Bersih dari Polres Cianjur
Alumni PMII Deklarasikan Pembentukan PC IKA PMII Kabupaten Sukabumi
BKPRMI Cianjur Mulai Pembinaan TKA TPA di Cijati dan Kadupandak
Fakultas Psikologi UIMA Gelar Talkshow Literasi Masyarakat di Cianjur
Diantar Sosiologi
Muswil VII KAHMI Jabar Memanas dan Dinamis, Tujuh Presidium Terpilih Periode 2026–2031